caption trialgame

D-Tracker Rilis Edisi Spesial di Indonesia!

Tuesday, 6 October 2020

D-Tracker Rilis Edisi Spesial di Indonesia.


Kawasaki Indonesia memang belum lama meluncurkan motor trail dual sport mereka yaitu Kawasaki D-Tracker 150, dan untuk mendongkrak penjualan, belum lama ini mereka menghadirkan empat pilihan corak baru pada edisi spesial yang tersedia mulai bulan Oktober ini untuk pasar Indonesia.

Empat tema baru memiliki corak seragam. Grafis runcing menyelimuti panel bodi, menggantikan motif abstrak-trapesium sebelumnya. Hanya saja dibedakan lewat komposisi warna.Salah satu yang paling cerah ialah kuning, berpadu grafis hitam dan abu-abu. Perbedaan dengan generasi lalu juga tertera di batok lampu. Kini jadi sewarna bodi, bukan lagi hitam.

Tak kalah ekspresif, yang hijau. Warna dasar bodi agak lebih cerah dari hijau khas motor Kawasaki, digabung corak hitam biru. Ini menjadi kelir yang benar-benar baru, sebab belum pernah ada di generasi 2019.Dan dua lagi adalah putih-biru, serta abu-abu-hitam. Soal kelengkapan aksesori, daftar barang masih sama. Seri SE tetap mengenakan fork upside down emas, bukan silver seperti standar. Oh iya komponen proteksi semacam hand guard, engine guard, pelindung rangka, juga masuk termasuk ya, jadi Anda bisa lebih dinamis saat melibas medan.

Sektor teknis tidak ada yang direvisi. Dapur pacu 144 cc satu silinder SOHC 2-valve tetap dipercaya menjadi sumber tenaga Kawasaki D-Tracker. Padanan diameter dan langkah yang hampir setara ini mampu mengeluarkan daya di putaran merata.Daya maksimal 11,8 Hp keluar mulai 8.000 rpm serta torsi 11,3 Nm memuncak pada 6.500 rpm. Suplai bensin masih mengandalkan karburator, sementara penyalurnya transmisi manual lima percepatan.

Layaknya platform trail, D-Tracker dibangun dari struktur semi double cradle. Sementara belakangnya ditopang swing arm Uni-Track. Dipadu monoshock dengan lima setelan preload.Lantas fork upside down 35 mm menjadi bawaan standar tiap D-Tracker, antar varian dibedakan lewat warna saja.

Di area kaki-kaki, sistem pengereman dibuat dalam perspektif penggunaan aspal. Sebab itu diameter cakram depan berukuran 300 mm dijepit dua piston, alias lebih besar. Dan belakangnya 220 mm diapit kaliper piston tunggal.

Nah karena motor ini terhitung motor trail dual sport, maka ban bawaanya tidak direkomendasikan ya untuk melahap trek tanah, karena alurnya diperuntukan untuk penggunaan harian di atas aspal.

comments

`