Daya tarik motor trail memang magis. Harus diakui bahwa tunggangan favorit kita ini memiliki daya tarik tersendiri. Mulai dari musisi, selebriti hingga Presiden Joko Widodo pun asyik terlihat menunggangi motor trail. Nah kali ini ada seorang politikus yang ternyata memiliki hobi mengendarai motor trail. Beliau adalah Bupati Kota Lahat, Saifudin Aswari Rivai.
Bupati kelahiran 1963 ini telah dua periode memimpin kabupaten Lahat yang terletak di propinsi Sumatera Selatan ini. Dia mengaku telah menggemari motor trail sejak tahun 1969. “Iya dari dulu saya suka motor. Zaman-zaman Popo Hartopo (pembalap motocross 1970-an) saya tahun 1969 sudah main motor. Dulu pakai motor trail Yamaha RM, Kalau zaman dulu mesinnya berkapasitas 125 cc," ujar pria yang kerapa disapa dengan Aswari, seperti dikutip dari Okezone.com.
Aswari mengatakan bahwa mengendarai motor trail berbeda dengan motor biasa, karena itu butuh keahlihan khusus.Menurutnya para pemula bisa memulai dengan menggunakan motor trail dengan kapasitas mesin kecil. "Motor itu harus disesuaikan dengan kemampuan. Kadang-kadang kita terlalu sombong beli motor baru terlalu besar cc-nya. Meski yang besar belum tentu bisa dikendalikan lebih baik daripada motor kecil ," kata Aswari.
Dia mengatakan bahwa motor trail dengan kapasitas mesin yang kecil bukan berarti tidak handal melahap beragam rintangan. Semua bergantung kepada penggunannya. Apalagi jika terhitung masih pendatang baru, motor trail mesin besar bukanlah hal mudah yang bisa dengan cepat dikuasai.
Untuk para pemula, Aswari menyarankan untuk menggunakan motor trail dengan dukungan mesin 150 cc. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah beradaptasi dengan karakter dan cara pengendalian motor trail. Dia juga mengingatkan untuk sering menunggangi motor trail untuk mendapatkan handling motor trail yang tepat dan sesuai dengan keinginan Anda.
Aswari juga menyarankan agar para pemula bersabar untuk bisa mengendarai motor trail dengan baik terlebih dahulu, kemudian mencobanya di jalur offroad dan baru turun dalam sebuah kejuaraan . "Hobi dulu dikembangkan, jangan langsung ke sirkuit. Hobi itu disenangi dulu, misalkan Anda suka main sepakbola ya tendang-tendang kecil dulu gitu," pungkas dia.
Salah satu bentuk kecintaannya pada olahraga otomotif adalah pembangunan sirkuit internasional yang terletak di kawasan Desa Manggul, Kecamatan Lahat, Sumatera Selatan, berada di atas lahan 6 hektare. Pembangunan sirkuit juga di dasari oleh kecintaannya terhadap sepeda motor.
Sirkuit Manggul Lahat dibangun di atas lahan seluas 10,5 hektar dengan panjang 1,6 km, disalah satu sisinya memiliki dua lintasan lurus yang membentang. Sirkuit ini juga menggunakan aspal dengan tipe AC-WC, hal tersebut yang membuat lintasan memiliki permukaan aspal yang halus dan memiliki ketahanan yang baik.