Motor trail keluaran terbaru biasanya sudah memiliki starter elektrik untuk mempermudah proses penyalaan mesin. Namun di Indonesia, motor trail yang menggunakan kick start atau starter kaki juga masih banyak. Maklum saja, masih banyak para pemilik motor trail yang setia dengan tunggangan tua mereka.
Nah ternyata, motor trail yang telah berumur, biasanya memiliki masalah dengan kick startnya. Tidak ada tendangan balik atau ngelos, pada starter kaki, sehingga mesin tidak bisa dinyalakan. Lantas apa saja sih penyebab terjadinya hal ini? mengapa hanya terjadi pada motor trail yang sudah berumur saja dan bagaimana cara menanggulanginya. Simak ulasannya ya.
Salah satu penyebab terjadinya ngelos pada stater kaki adalah mesin tidak membuat tekanan kompresi yang dilakukan oleh dorongan piston. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kotoran pada valve atau klep. Fungsi dari klep ini sendiri adalah mengatur masuknya gas baru dan keluarnya gas buang sisa pembakaran dari mesin motor.
Nah kotoran yang menyumbat pada katup ini menghambat pergerakan buka tutupnya. Penumpukan kotoran biasanya disebabkan akibat sisa pembakaran yang tidak sempurna karena menggunakan bahan bakar berkoktan rendah misalnya premium.
Untuk mengatasi masalah ini, cukup masukan tiga sendok makan oli ke lubang busi . oli ini akan melarutkan beragam kerak yang menempel pada katup tadi. Tapi jika saat dinyalakan, motor trail banyak mengeluarkan asap, jangan khawatir karena hal itu lumrah akibat oli yang terbakar. Oli yang terbakar itu menandakan bahwa kotoran pada katup sudah ikut habis terbakar.
Penyebab lainnya adalah ulah kampas kopling yang mulai aus. Kampas kopling aus bikin slip, salah satu efeknya ya bisa bikin kick starter ngelos. Tapi mengganti dengan kampas kopling baru pun belum tentu memecahkan masalah jika setelannya tidak sesuai.
Untuk itu saat menyetel tuas kopling dari stut jangan terlalu menarik, disesuaikan sampai kick starter berfungsi normal. Misal setelan kopling terlalu rapat, sehingga kopling terus menekan.Sudah pasti susah di-starter. Makanya kalau setel kopling mesti cari paling ideal. Bukan cuma mengejar tuas enteng.