Populasi motor trail 4-tak di Indonesia memang terhitung belum terlalu banyak. Para pengendara motor trail tanah air lebih menyukai untuk mengendarai motor trali 2-tak yang “katanya” lebih bertenaga. Tapi bukan berarti bahwa populasi pengguna motor trail 4-tak lokal terhitung minim. Dengan perawatan yang lebih murah serta teknologi yang ramah lingkungan lambat laun motor trail jenis ini seolah mencuri hati para penggila hobi ini.
Biasanya motor trail 4-tak memiliki sistem pendingan mesin yang menggunakan cairan atau biasa disebut radiator. Perangkat ini terhitung efektif dalam melepas panas mesin. Apalagi jika motor trail 4-tak Anda ternyata adalah motor dual sport yang juga kerap digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Kondisi jalanan yang macet serta temperatur cuaca yang panas, membuat perangkat ini diperlukan.
Nah tahukah Anda bahwa selain mengganti cairan radiator secara berkala, fisik radiator terutama kisi-kisinya juga harus rutin dilakukan perawatan. Bagi yang belum tahu kisi-kisi radiator, perangkat ini terdapat pada penampang radiator itu sendiri.Radiator yang biasanya terbuat dari aluminium ini bila diperhatikan ada seperti pipa kecil lurus yang fungsinya sebagai jalur air mengalir.
Dan kisi-kisinya yakni yang berada di samping pipa kecil tersebut yang terbuat dari plat tipis.Kisi-kisi ini bisa rusak lho, seperti terkena air bertekanan saat mencuci motor atau terbentur batu atau krikil jalanan yang terlempar. Nah sebuah catatan nih buat mereka yang gemar trabas. Maklum saja kegiatan ini sudah pasti akan menemukan beragam rintangan yang bisa membuat kisi-kisi radiator rusak.
Kisi-kisi yang penyok akan mengganggu pelepasan panas mesin. Hal ini karena angin dari depan motor atau yang dihembuskan kipas radiator tidak bisa menembus kisi-kisi tersebut.Dengan begitu, pendinginan tidak akan optimal.Sebenarnya ada cara memperbaiki kisi-kisi radiator tersebut menggunakan tusuk gigi.Yakni dengan mengembalikan kisi-kisi radiator kebentuk semula.Tetapi ingat lakukan dengan hati-hati ya, salah-salah malah menambah kerusakan.
Oh iya bagi Anda yang gemar mencuci motor dengan menggunakan kompresor air bertekanan tinggi, kami sarankan untuk tidak menyemprotkan air secara langsung ke arah kisi-kisi tersebut. Tekanan yang tinggi bisa membuat piranti itu menjadi penyok lho.