Dalam hitungan hari, salah wilayah di Jawa Timur yang punya julukan Kota Suwar-suwir, Jember, akan punya gawe akbar. Lanjutan putaran ke-5 Trial Game Attack, (25-26/8), kembali digelar di Sirkuit Lapangan Bangsalsari. Selain menjadi langganan perhelatan olahraga balap trail paling megah se-antero Tanah Air ini, Sirkuit Lapangan Bangsalsari adalah favorit para rider.
Lima tahun terakhir, Lapangan Bangsalsari cuma absen pada tahun 2015, sedangkan 2012, 2013, 2014, 2016 selalu dijejali puluhan kroser termasyur Indonesia. Lapangan Bangsalsari yang letaknya diantara jalan raya Jember – Banyuwangi ini cenderung luas dengan kondisi lintasan yang lumayan flat atau rata. Maklum, biasanya lapangan kebanggaan masyarakat Jember itu biasa digunakan untuk pertandingan sepak bola ataupun untuk keperluan pesta rakyat seperti pasar malam, pentas seni, konser musik dan lain sebagainya.
Kali terakhir Sirkuit Lapangan Bangsalsari menjadi arena pertarungan Aris Setyo cs adalah saat putaran perdana musim kompetisi 2016 lalu. Pada gelaran yang dihelat pada pertengahan bulan Maret 2016 itu, M. Arjun Wicaksana muncul sebagai pemenang kejuaraan umum seri. Arjun tampil gemilang kala itu dengan menyapu bersih seluruh kelas yang dipertandingkan (FFA, campuran open dan minimoto). Sedang sebelumnya, yakni 2013 dan 2104 juara umum diborong oleh pebalap muda asal Kota Bengawan, Solo, Ivan Harry Nugroho.
Beberapa rider termasuk Aris Setyo dan Rizky Firmansyah mengaku suka membetot gas di Bangsalsari, meski keduanya belum berhasil mendulang prestasi tertinggi disana. “Kalau saya lebih suka atmosfer penonton yang ada di Jember, selalu penuh sesak dan riuh oleh ribuan penonton yang memadati tempat duduk. Semoga saja besok bisa juara disana,” kata pemimpin klasemen sementara, Aris Setyo. Sementara Rizky Firmansyah lebih suka Bangsalsari lantaran jaraknya tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, Bondowoso. “Kalau mau ke Bangsalsari dekat dari rumah saya di Bondowoso, cuman 30-40an KM, paling-paling sejam setengah sudah sampai,” sebut Rizky.