TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME

0

Loading ...

Lawas Tetap Berkelas

Teknis Kendaraan 23.07.2018

Kendati motor trail seri terbaru menyerbu pasaran Indonesia, ada beberapa penggila hobi ini yang tetap mengidolakan motor trail klasik. Biasanya para penggemar motor trail lawas ini adalah penghobi yang memang gemar mengutak atik motor trail atau besar dan tumbuh di era kejayaan motor trail tersebut seperti tahun 70 dan 80an.

Nah ada beberapa jenis motor trail yang menjadi incaran para kolektor, sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan dengan yang lain? Apa saja jenis motor trail itu? Simak ulasannya ya, siapa tahu ada yang memiliik di garasi kakek.

1. Suzuki TS 125
Yup motor trail legendaris dari Suzuki ini merupakan satu dari 10 TS Series yang dikeluarkan. Motor yang memiliki warna khas kuning ini memiliki mesin berkapasitas 123 cc 2 stroke air-cooled. Fitur antara lain transmisi 5-speed, berat 97 kg, kapasitas bahan bakar 7 liter. TS 125 merupakan salah satu motor dual purpose lawas yang popular hingga banyak diburu, bukan saja oleh penggemar motor trali tapi juga kolektor otomotif. Suzuki memproduksi model ini mulai tahun 1971, hingga akhirnya menghentikannya di tahun 2007 lalu.

2. Yamaha DT 125
Motor trail ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1974. Memiliki mesin dua-tak 123cc. DT 125 bisa menghasilkan tenaga 17.33 hp dengan dukungan dengan transmisi manual 6 percepatan. Motor trail ini menggunakan ban berukuran 21 inci di depan dan 18 di belakang. Popularitas motor trail ini sempat menanjak saat digunakan dalam sebuah film berjudul Roda-Roda Gila yang dibintangi oleh Roy Marten. Yamaha DT 125 masih diproduksi sampai dengan tahun 2008 silam, namun rilisan tahun 1980 yaitu DT 125E merupakan motor trail yang paling banyak dicari oleh para kolektor.

3. Honda CR 125 Elsinore
Motor trail produksi tahun 1974 juga menjadi terpopuler di eranya. Dengan desain yang sangat konvensional dan kurus motor ini menjadi jawaranya saat itu. Motor ini diperkuat mesin kapasitas 123 cc single cylinder two stroke air cooler. Mesin ini dipadukan dengan transmisi 6 percepatan dan diperkuat karburator Keihin berukuran 28 mm. Motor ini diklaim mampu menghasilkan tenaga sekitar 21.7hp di setiap 9,500rpm.

4. Kawasaki KE 125
Motor ini dikenal dengan nama Binter Trail 125 di Indonesia. Maklum saja saat diluncurkan, perusahan Bintang Terang adalah distributor Kawasaki saat itu. Seolah menumpang angin motor trail jenis ini kemudian diberi nama Binter yang merupakan kependekan dari nama perusahaan tadi. Motor trail ini memiliki mesin berkapasitas 124 cc dua-tak dengan bore x stroke 56 x 50.6 mm. Mesinnya memiliki tenaga 13 hp @ 7500 rom dan torsi 1.5 kgfm @ 6000 rom. Dilengkapi dengan ban berukuran 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Motor ini gampang dikenali karena menggunakan desain jok yang tebal menjadikan motor adventure ini memiliki kenyamanan tersendiri saat mengendarai di kontur jalan berlubang. Rentan waktu produksi yang hanya sebentar yaitu tahun 81 dan 82, membuat motor trail ini menjadi salah satu Holy Grail¸para penggila motor trail.

Berita terkait

News
Tips & Tricks 14.02.19

Yuk Belajar Motor Trail yang..

     Mengendarai motor trail memang bukan perkara mudah. Modal berani dan punya motor saja tentu tidak cukup. Ada banyak...

News
Tips & Tricks 14.02.19

Perhatikan Hal Ini Saat Berburu..

     Hobi motor trail memang bukan hobi yang murah, karena tanpa membeli sebuah unit motor trail, rasanya amat sangat...

News
Tips & Tricks 13.02.19

Mudah Bersihkan Karat di Foot..

     Salah satu penyakit yang paling sering menimpa motor trail adalah karat. Dan tempat yang paling sering dihinggapi oleh...