Belum lama ini, ada sebuah kejadian di daerah Bangka Barat, yaitu seorang penghobi motor trail hilang ketika sedang berpetualang dan kemudian di temukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa satu bulan kemudian. Kejadian tragis ini memang memiliki banyak penyebab tapi yang jelas berpetualang di atas motor trail adalah kegiatan ekstrim yang perlu persiapan matang.
Ada beragam hal yang perlu dilakukan sebelum mengajak motor trail Anda ke medan off road. Pengecekan terhadap mesin motor adalah hal paling penting sebelum melakukan petualangan. Komponen seperti piston, kabel kopling, silinder head, karburator, upside down dan lain-lain, penting untuk diperiksa. Karena tanpa pengecekan berkala pada komponen tersebut, power yang dihasilkan oleh motor trail tidak akan maksimal.
Seringkali penguasaan teknik di lapangan yang terjal tidak didukung dengan performa mesin yang maksimal. Sehingga kepuasan ketika berpetualang urung didapatkan. Oleh karena itu, pengecekan komponen secara detil perlu dilakukan. Kalau ada yang sudah tidak layak dipakai, segerakan untuk menggantinya.
Di samping itu, rantai dan ban motor trail juga menjadi bagian yang sering dilupakan. Untuk rantai, kekeringan rantai akan sangat berpengaruh pada kondisi motor secara keseluruhan, bahkan ketika berakselarasi di medan terjal, gangguan pada rantai dapat menyebabkan kecelakaan. Begitupun dengan ban, jika telah aus sehingga semakin menipis, akan berbahaya bagi keselamatan pengendara, terlebih saat melewati medan licin.Kampas rem dan kabel-kabel adalah dua bagian yang tak kalah penting. Upayakan melakukan pengecekan kampas rem motor trail secara berkala agar maksimal saat melakukan pengereman.
Setelah memastikan kesiapan motor trail. Anda juga perlu mengenali medan yang akan ditempuh. Diperlukan kecepatan dan ketepatan dalam melihat kondisi medan untuk mengantisipasi resiko terjatuh. Lintasan itu ada yang tanah, jalan berbatu, kubangan berlumpur dan genangan air. Setiap jenis lintasan memerlukan teknik berkendara yang berbeda, hal ini menuntut pengendara motor trail menguasai berbagai macam teknik.
Untuk melewati tanjakan, turunan curam atau jalan bergelombang, hal yang perlu diperhatikan antara lain posisi tubuh, kestabilan, mengontrol kecepatan, penggunaan tenaga mesin, penggunaan sistem pengereman. Sedangkan untuk menikung, sering digunakan saat berada dalam perlombaan. Semakin baik seorang pengendara melewati tikungan maka akan semakin baik.
Tikungan sendiri terbagi dari beberapa jenis, antara lain tikungan oval, tikungan 900, tikungan 1.800, tikungan menurun, tikungan menanjak, tikungan rata dan licin, tikungan off chamber, tikungan bertanggul dan tikungan berjalur.
Yang perlu diperhatikan dalam melewati beragam jenis tikungan tadi adalah kecepatan membaca kontur lintasan, arah pandangan mata, kontrol tenaga mesin, titik pengereman, titik buka gas, posisi tubuh, mengarahkan sepeda motor dan kemiringan sepeda motor.
Dalam kegiatan berpetualang di alam bebas , biasanya jumping merupakan hal yang tidak bisa dielakan. Tapi perlu diketahui bahwa hal ini adalah salah satu kegiatan yang paling bahaya dan sering menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan dan menderita cidera yang cukup serius, jika tidak dilakukan dengan benar.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mempelajari teknik ini antara lain pemilihan jalur, jarak awal tempuh, sudut kemiringan rintangan, kesiapan dan kelenturan tubuh, kecepatan motor trail, penggunaan suspensi, kontrol ketika melayang, dan kontrol dalam pendaratan.
Mempersiapkan kondisi motor trail, kondisi fisik tubuh serta membekali diri dengan beragam pengetahuan mengenai medan yang akan ditempuh maupun beragam teknik mengendarai motor trail menjadi bekal penting yang akan menjadi pembeda ketika Anda memutuskan untuk berpetualang di alam bebas bersama motor trail Anda. Jadi jangan anggap sepele ya.