Menemukan oli mesin yang tepat untuk performa optimal motor trail Anda bukanlah hal yang sulit. Layaknya mobil, setiap mesin yang memiliki merek berbeda, menggunakan beragam jenis oli yang berbeda pula. Jadi yang pertama kali harus diketahui adalah jenis motor trail Anda, yaitu trail dengan mesin 2-tak atau 4-tak . Ada perbedaan mendasar dari dua jenis mesin ini, bukan hanya jenis olinya yang berbeda namun penggunaan olinya pun memiliki perbedaan.
Oli mesin 2-tak digunakan pada bagian crankcase mesin 2-tak motor trail Anda. Crankcase pada motor 2-tak berfungsi sebagai bagian dari saluran induksi, untuk itu Anda harus mencampur oli jenis ini dengan sedikit bahan bakar. Bahan bakar disini berfungsi sebagai lubrikan yang melumasi seluruh bagian dari mesin.
Oli mesin 2-tidak memiliki takaran berat layaknya oli mesin mesin 4-tak. Dan jenis oli ini biasanya terbagi menjadi dua yaitu injector safe dan pre-mix. Jenis yang paling banyak digunakan oleh para pengguna trail 2-tak adalah jenis pre-mix, karena oli sudah tercampur dengan bahan bakar.
Sementara itu, oli mesin mesin 4-tak, hampir sama dengan oli yang digunakan oleh mobil. Dan jenis oli ini memiliki takaran berat jenis tersendiri seperti 10w-40, 20w-50 dan masih banyak lagi. Oli mesin 4-tak tidak menggunakan campuran bahan bakar, namun sama seperti oli mesin 2-tak, keduanya sama-sama memiliki fungsi untuk lubrikasi pada mesin.
Penting untuk membaca buku manual yang disertakan saat membeli motor trail 4-tak Anda. Jika pabrikan trail itu merekomendasikan oli dengan jenis 20w-50, maka Anda jangan menggunakan yang berukuran misalnya 10w-30. Namun jenis oli yang digunakan pada motor trail 4-tak biasanya adalah yang berukuran 10w-40.
Untuk motor 2-tak, dalam buku panduan biasanya diterangkan rasio antara oli dan bahan bakar yang harus digunakan untuk mendapatkan performa yang stabil. Takarannya biasanya mulai dari 1:100 hingga 1:8.
Ada dua jenis oli yang kini beredar dipasaran yaitu semi sintetis dan full sintetis. Oli jenis ini lebih bersih dan bisa bertahan lebih lama dibandingkan oli yang menggunakan bahan dasar petroleum. Motor trail dengan mesin terbaru biasanya hanya bisa menggunakan oli dengan jenis ini. Untuk mendapatkan performa terbaik, lagi-lagi kami rekomendasikan Anda untuk mengecek buku manual trail, agar bisa mendapatkan jenis yang tepat.
Sementara itu untuk motor trail yang masih menggunakan mesin jenis lama, oli berbasis petroleum masih bisa digunakan. Tapi ketika Anda memutuskan untuk mengganti oli tersebut dengan jenis sintetis maka kebocoran akan mula terlihat pada mesin. Oli sintetis membersihkan kotoran-kotoran yang ditinggalkan oleh oli berbasi petroleum, sehingga retakan-retakan halus mulai terekspos.
Kami tidak bisa merekomendasikan merek oli yang tepat untuk trail Anda, tapi dengan artikel ini setidaknya Anda sudah memiliki gambaran mengenai oli apa yang paling tepat bagi untuk digunakan pada motor trail kesayangan.