Fork motor trail atau yang biasa disebut garpu di Indonesia memiliki fungsi penting pada kendaraan favorit Anda. Perangkat ini berfungsi menyerap guncangan agar tak menjalar ke sasis, sehingga pengendaraan terasa nyaman. Cara kerjanya tabung yang lebih kecil (stanchion) bergerak dalam tabung lebih besar yang mengikuti guncangan.
Gerakan dalam tabung tersebut lazim disebut dengan istilah teleskopis, yang menekan (turun) dan naik. Gerakan teleskopis tersebut dimungkinkan karena adanya per dalam tabung. Per bertugas menyerap energi guncang yang menjalar dari as roda depan yang menjalar dari roda ketika melalui gundukan. Sekaligus mereduksi getaran menjalar ke sasis motor trail Anda. Oli dalam tabung berperan untuk meredam gerak teleskopis, agar roda tak memantul berulang-ulang. Bayangkan jika, Anda berpetualang di atas motor trail tanpa perangkat ini, pasti rasa tidak nyaman akan menggelayuti badan Anda bukan?
Saat ini ada dua tipe garpu teleskopik yang beredar di pasaran yaitu yakni tipe konvensional dengan tabung kecil berada di atas yang terikat pada segitiga steering head (komstir) dan tipe inverted atau yang dikenal dengan nama upside down (USD). Tipe ini memiliki tabung kecil yang berada di bawah dan terkoneksi dengan as roda. Nah untuk pembahasan kali ini, kami akan mencoba menjelaskan mengenai garpu tipe USD, mulai dari perbedaan, keunggulan hingga kelemahan garpu tipe ini. yuk simak bersama.
Tipe konvensional telah lama ada dibandingkan tipe USD, karena desainnya lebih sederhana. Fork USD mulai popular pada sportbike 1990-an, karena kebutuhan sasis yang lebih keras.Saat USD belum diperkenalkan dalam dunia balap, untuk membuat garpu lebih kaku, dengan menambahkan semacam penjepit. Cara yang manjur pada beberapa kondisi. Tetapi ada langkah lain dengan memperbesar diameter tabung kecil, meski kelemahannya adalah bertambahnya bobot. Hal yang amat krusial dalam dunia motor trail, khususnya motocross, dimana bobot memainkan peran vital dalam penampilan setiap motor trail.
Dengan menggunakan garpu USD, meski clamp garpu pada segitiga steering head menjadi besar juga, tetapi membuat garpu lebih kaku, dan jepitan clamp lebih kuat juga.Tipe ini memiliki tabung besar lebih panjang, sehingga memiliki jarak overlap yang jauh terhadap tabung kecil, demikian dengan bushingnya. Sehingga kekakuannya lebih baik, karena tabung kecil kini lebih pendek. Dengan rigidity demikian, maka pabrikan pun cukup mendesain tabung besar dengan dinding lebih tipis, dan bobotnya berkurang.Selain itu, dengan diameter demikian maka makin besar ruang untuk unit peredaman tipe cartridge. Peredam cartridge memang tidak menambah rigiditas, tetapi memperbaiki karakter damping.
Namun tipe ini juga bukan tanpa kelemahan. Dibandingkan dengan tipe konvensional, garpu tipe USD sedikit lebih rumit karena komponen yang lebih banyak. Pada tipe konvensional, komponen lebih sedikit, memudahkan bongkar pasang. Termasuk mudah untuk mengganti oli dampernya. Mengganti per pun mudah dengan membuka tutup garpu di bagian atas.
Pada fork USD dengan semua di bagian bawah perlu langkah lebih banyak untuk membongkar pasang komponen dalamnya, termasuk ganti oli damper.Dan kondisi yang paling berbahaya ketika, oli fork USD bocor, oli akan melumuri cakram rem, yang membuat pengereman tak optimal bahkan bisa membuat rem blong.