news

Tips & Tricks
Seputar Coolant Radiator Motor Trail

view
224
like  
0

Friday, 9 March 2018


Posted by : Administrator

Pengguna motor trail 4-tak di Indonesia semakin marak, namun tidak sedikit ternyata yang kurang mengetahui mengenai cara kerja motor yang menggunakan radiator sebagai sistem pendinginnya. Banyak pengguna baru yang tidak mengerti mengenai radiator sehingga masih sering menggunakan air untuk cairan pendinginnya.

Hal ini tentu memiliki efek negatif karena air tanah masih memiliki banyak kandungan mineral yang bisa membuat komponen di dalam radiator cepat berkarat sehingga mengakibatkan radiator menjadi bolong. Untungya motor trail jaman sekarang sudah mengalami pengembangan yang lebih baik. Dengan menggunakan menggunakan mesin yang semakin simpel dan power yang semakin besar, maka titik didih air yang hanya 100 derajat dianggap tidak mampu bekerja dengan optimal. Tak heran jika kemudian motor trail terbaru menggunakan radiator dengan cairan coolant.

Maklum saja, dengan titik didih yang lebih tinggi, berkisar antara 102 – 104 derajat celcius, coolant dianggap ideal untuk mendukung kinerja mesin motor trail modern. Nah hanya saja perlu diperhatikan cara penggunaan cairan coolant. Anda harus mengetahui kapan waktu yang tepat harus mengganti coolant dan cara penggantiannya.

Dianjurkan untuk tidak mencampur coolant dengan air. Tapi hal ini bisa dimaklumi jika kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan. Misalnya sedang asyik berpetualang offroad tiba-tiba cairan radiator habis dan motor trail mengalami overheat. Anda mungkin tidak siap membawa coolant dan yang tersedia hanya air. Mau tidak mau maka pilihan mencampur coolant dengan air menjadi alternatif yang harus diambil

Jika terjadi hal di atas maka segera setelah selesai menggunakan motor trail, segela lakukan flushing atau pengurasan radiator untuk mencegah terjadi kerusakan.  Tapi yang jelas jika tidak dalam keadaan darurat, hindari pencampuran coolant dengan air biasa.

Bahkan pencampuran coolant dengan merek yang berbeda juga tidak dianjurkan. Maklum saja, masing-masing merek memilii aditif yang berbeda. Jika Anda memutuskan untuk mengganti coolant yang biasa Anda gunakan dengan merek lain, kami sarankan untuk menguras radiator terlebih dahulu untuk mendapatkan kinerja coolant yang optimal. 

Tags : Trial Game,Indonesia