Moncer di Free For All (FFA) dan campuran open ternyata belum membuat Cahyo Utomo puas. Mencoba turun di kelas minimoto untuk kali pertama di Trial Game 2016, kroser asal kota Tuban itu langsung mendapatkan hasil absolut.
Trial Game putaran ke-3 Lapangan Mayungan, Klaten, beberapa waktulah yang menjadi saksi bisu Cahyo berdiri tegap di podium ke-3 kelas minimoto. Catatan waktu yang dibukukan pebalap Sinjaya ORF Cahyo Tuban Ronggolawe itu hanya kalah dari Ivan Harry dan M. Arjun Wicaksana. Hebatnya lagi, Cahyo mampu mengasapi pebalap-pebalap minimoto yang lebih ‘senior’ di kelas motor dengan kapasitas maksimal 130cc ini. “Dulu sempat beberapa kali ikutan sih, tapi mungkin waktu itu masih keberatan badan,” kekeh Cahyo. “Alhamdulillah bisa podium di minimoto. Awalnya memang kurang pede, apalagi sebelum seri-3 kemarin sempat mencoba motor malah jatuh dan sempat cedera lutut juga,” lanjutnya.
Lantas, piranti-piranti apa sih yang nempel di kuda besi mini milik Cahyo hingga mampu podium? Minimoto dengan basic atau bodi Monstrac milik Cahyo adalah eks Denny Orlando yang sudah berpindah tangan. Pada dapur pacu, Cahyo memercayakan pada mesin Yamaha Jupiter dengan dukungan pengapian koil YZF 250. Menurutnya, tenaga yang dihasilkan lebih responsif dan api yang dihasilkan lebih besar. Sementara pada sumbat geser yang terpasang di dalam silinder mesin pembakaran dalam silinder hidraulik, pneumatik, dan silinder pompa atau yang biasa disebut piston, mekanik Cahyo mengandalkan forged piston superis Daytona, berdiameter 55,25mm. Piston mentah asal japan ini, selain ringan ternyata mampu bertahan di geberan diatas 15,000 rpm! Untuk karbu, Londo sang mekanik memasang karbu PWK 28 dengan main jet 118, pilot 60.

Pada kaki-kaki, velg ring 14 dan belakang 12 dengan lapisan ban merk Dunlop cukup empuk untuk menopang bodi kendaraan, apalagi dengan suspensi handmade racikan Londo sendiri. “Seri Klaten kemarin sih aman-aman saja, suspensi, mesin dan lain-lain sudah cukup oke, tinggal ngegasnya yang kurang oke,” ucap Cahyo. Sementara untuk stang, alumnus STIE Yapan Surabaya ini lebih nyaman menggunakan stang Renthal. Untuk putaran ke-4 yang akan dihelat di Purwokerto beberapa hari kedepan, Cahyo menyatakan masih mempertahankan settingan seperti putaran ke-3. Nah, berarti harus podium lagi ya coy!RW