Bagi para pengguna motor trail dual sport, mungkin sebagian besar dari mereka sudah mengerti jika motor yang digunakan memiliki spesifikiasi mesin yang tergolong biasa saja. Bahkan ada beberapa merek motor trail dual sport yang baik power maupun torsi yang dhasilkan oleh mesin terhitung mengecewakan. Hal ini berimbas pada tidak maksimlalnya tenaga atas dan bawah yang dihasilkan oleh motor trail jenis ini.
Motor trail dual sport seharusnya memiliki tenaga bawah yang kuat untuk bisa mendapatkan torsi dan akselerasi yang optimal,tapi kenyataannya masih banyak juga motor trail jenis ini yang kedodoran ketika ingin menaklukan tanjakan panjang.
Ada berberapa solusi untuk memecahkan masalah ini, mulai dari modifikasi ringan hingga yang paling ekstrim yaitu mengganti mesin dengan yang lebih bertenaga. Nah melalui artikel kali ini, kami akan mencoba menjelaskan modifikasi ringat apa sih yang bisa dilakukan untuk dapat meningkatkan akselerasi motor trail Anda tanpa merubah apapun di bagian mesin.
Hal yang perlu dilakukan sebenarnya cukup mengganti sprocket atau gir d i motor trail dual sport Anda. Penggantian sprocket bisa dilakukan dengan beberapa opsi, di antaranya mengganti sprocket belakang dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran standar, mengganti sprocket depan dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran standar, atau malah kombinasi dari keduanya.
Fungsi dari penggantian sprocket ini sebenarnya untuk menaikkan rasio gir. Semakin tinggi rasio gir, akselerasi akan semakin bagus, tapi berimbas pada top speed motor yang berkurang. Selain itu, jika rasio gir terlalu tinggi juga akan membuat motor lebih boros bahan bakar.
Sebagai contoh, pada motor trail dual sport Kawasaksi KLX 150L. Dalam kondisi standar, sprocket KLX 150L memiliki ukuran 14-47, artinya 14 mata untuk sprocket depan dan 47 mata untuk sprocket belakang. Artinya saat menggunakan sprocket standar, gir KLX 150L memiliki rasio 47/14=3,357. Jika Anda menggantinya dengan dengan ukuran 50, menghasilkan rasio 50/14=3,571, jika diganti ukuran 52 menghasilkan rasio 52/14=3,714, jika diganti ukuran 55 mendapatkan rasio 55/14=3,928, atau jika ingin diganti dengan ukuran 58 bisa menghasilkan rasio hingga 4,142. Sudah sangat terlihat kan, cukup dengan mengganti sprocket belakang saja sudah bisa meningkatkan rasio gir yang berujung pada meningkatnya akeselerasi motor trail.
Selain dengan mengganti sprocket belakang, menaikkan rasio gir bisa dilakukan dengan mengganti sprocket depan saja dengan ukuran yang lebih kecil. Jadi ini kebalikan dengan sprocket belakang. Contohnya masih tetap KLX 150L dengan ukuran sprocket standar 14-47. Jika sprocket depan diganti dengan ukuran 13 mata maka bisa menghasilkan rasio 47/13=3,615, sedangkan jika diganti dengan ukuran 12 menghasilkan rasio 47/12=3,916.
Anda juga bisa mengombinasikan penggantian sprocket bagian depan dan belakang. Intinya agar rasio naik lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran standar. Namun kami sarankan untuk mengganti sprocket belakang ke ukuran lebih besar. Dan perlu diingat, menaikkan rasio gir secara drastis memang bisa meningkatkan akselerasi, tapi sekaligus memangkas top speed secara signifikan dan membuat motor trail menjadi lebih boros bahan bakar.
Jika anda masih menggunakan motor trail dual sport untuk keperluan sehari-hari, kami sarankan untuk tidak mengganti sprocket dengan ukuran besar karena akan berimbas pada top speed. Gunakan sprocket berukuran 50-51 rasanya sudah lebih dari cukup untuk motor yang digunakan sehari-hari. Memang top speed masih akan berkurang, tapi tidak sedrastis jika Anda menggunakan sprocket berukuran lebih besar. Nah semoga artikel ini bisa menjadi bahan referensi bagi Anda yg ingin mengingkatkan performa motor tanpa melakukan modifikasi mesin ya.
Image credit : motousa.com