Bore up motor trail sering dilakukan untuk mendapatkan tenaga lebih dari mesin. Bore up sendiri adalah modifikasi korter pada blok silinder di mana dilakukan pelebaran diameter silinder untuk memperbesar kapasitas mesin. Dengan bertambahnya kapasitas mesin, semakin banyak jumlah bahan bakar yang dapat ditampung oleh mesin untuk digunakan dalam proses pembakaran sehingga power yang dihasilkan oleh motor pun semakin besar.
Nah bagi motor trail injeksi yang melakukan modfikasi bore up, kemudian muncul pertanyaan apakah penggantian injector juga diperlukan setelah proses peningkatan kubikasi atau bore up dilakukan? Pertanyaan ini bukan tanpa alasan karena memang injector memiliki peran penting dalam menyemburkan debit bensin ke ruang bakar.
Mesin yang sudah bore up pastinya butuh semprotan bahan bakar lebih banyak.Nah, injector standar bawaan pabrik dianggap tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan bensin di ruang bakar.Kalau sudah bore up memang disarankan untuk upgrade injector. Tapi agar maksimal perlu dilihat dulu ubahan yang ada di motor trail.
Hal pertama yang harus diperiksa adalah ada atau tidaknya gejala knalpot nembak ketika digunakan.Untuk mensiasati hal tersebut, mudahnya bisa tambah kadar CO-nya. Untuk motor yang tidak punya setelan CO, bisa pasang O2 manipulator dulu. Gejala nembak juga bisa disebabkan oleh bentuk atau model knalpot yang dipakai, sehingga setiap motor perlu settingan berbeda.
Nah kalau setelan bensin sudah ditingkatkan namun hasilnya masih kering, solusinya baru dengan mengganti injector.Setiap injector sendiri punya spesifikasi hole dan debit yang berbeda, sehingga perlu dikonsultasikan dahulu spesifikasi yang dibutuhkan.Terakhir, jangan lupa turunkan atau set ulang setelan CO setelah upgrade injector agar didapat debit bensin yang pas sesuai kondisi mesin.