news

News Event
Trial Game Asphalt 2018 Dijamin Makin Kompetitif

view
177
like  
0

Saturday, 10 February 2018


Posted by : Administrator

Pelajaran paling berharga adalah pengalaman. Yup, dari putaran perdana Trial Game Asphalt (TGA) tahun lalu yang dihelat di Manahan Solo, kemudian berlanjut ke Jogja, Purwokerto dan putaran terakhir di Kanjuruhan Malang, progress perhelatan selalu meningkat. Pun dengan TGA tahun 2018 ini, tentu saja berdasarkan pengalaman lalu, penyelenggara berusaha untuk menyuguhkan yang terbaik.

Selain membenahi kemasan even dari segi penyelenggaraan, fasilitas dan lain sebagainya, kali ini ada sedikit perubahan dari tekhnis kejuaraan. Salah satunya adalah perubahan regulasi. Ya, untuk TGA musim 2018 ini kelas FFA 450 Master yang sebelumnya dipertandingkan di tahun 2017, akan digantikan menjadi FFA 450 Non Pro. Tentu saja ini lebih kompetitif, lantaran peserta dari kalangan komunitas diperbolehkan untuk mengikuti salah satu kelas bergengsi ini.

Satu lagi yang berubah adalah kelas Trail 250 Non Pro yang akan digabung menjadi satu di kelas Trail 250 Open. Kategori ini menjadi salah satu yang paling banyak diminati para Rider. Dengan dileburkannya kelas 250 Non Pro menjadi satu di Trail 250 Open, diharapkan akan lebih sengit kompetisi yang berlangsung sepanjang tahun 2018 nanti.

Berikut Peraturan Perlombaan dan Kelas-kelas yang dipertandingkan :

 

PESERTA

  1. Peserta wajib memiliki KIS dan berumur 18 keatas, apabila berusia kurang dari 18 tahun, harus disertai surat keterangan dari orang tua / wali.
  2. Peserta diwajibkan memakai wearpack atau jersey set (untuk jersey set wajib memakai protector minimal lutut dan siku).
  3. Peserta diwajibkan memakai sepatu diatas mata kaki.
  4. Peserta wajib memakai helm type motocross + goggle atau Fullface road race atau type Supermoto.
  5. Setiap peserta boleh mengikuti beberapa kelas yang berbeda dengan memakai motor sesuai dengan kelas dan kategori peserta.
  6. Pergantian peserta/kendaraan sesudah Scrutineering dan sebelum lomba dikenakan denda Rp.50.000,- (harus sesuai dengan motor dan kategori pesertanya) apabila sudah mulai lomba tidak diperkenankan.
  7. Penentuan kategori peserta adalah wewenang mutlak dari pimpinan lomba dengan pertimbangan dari team verifikasi yang terdiri dari panitia, wakil komunitas dan IMI

 

KATEGORI PESERTA

  1. PRO

- Pembalap aktif dikategori Motocross, Roadrace dan Grasstrack.

  1. NON PRO

- Ex-Pembalap yang tidak aktif dikategori Motocross, Roadrace dan Grasstrack 3 tahun terakhir. 

  1. KOMUNITAS

- Merupakan anggota komunitas.

- Belum pernah mengikuti kejuaraan  Motocross, Roadrace dan Grasstrack.

 

KATEGORI KELAS

1. FFA

-    Wajib merubah system rem depan dengan minimum diameter disc 320 mm dengan kaliper 1 piston besar atau 2 piston atau 4 piston dengan produk baru ori atau ex pabrikan.

-    Khusus mesin 4 tak, harus mempunyai slang pernafasan mesin yang berujung pada sebuah tempat penampungan.

-    Air pendingin radiator dilarang menggunakan radiator coolant.

-    Ukuran ban diwajibkan ring 17 minimal depan 110, belakang 130 dengan ukuran  velg minimal depan lebar 250, belakang lebar 300, jenis ban balapan aspal produksi bebas.

2. TRAIL 150

-    Kapasitas mesin 4 tak s/d 155 cc, knalpot bebas, karburator max 28 mm, system pengapian standar, CDI dan COIL boleh diganti, camshaft standar / modifikasi, klep standar, plat kopling boleh diganti, transmisi standar, cylinder head standar (porting/polished), kompresi rasio bebas.

-    Sepeda motor basic trail produksi dalam negeri (bukan motor build up) , mesin sesuai bawaan pabrik, memenuhi unsur keselamatan, rem depan dan belakang bekerja sempurna, tidak terdapat ujung tajam yang menonjol (handle kopling dan rem), knalpot dilengkapi peredam suara/silencer, diperbolehkan memperkuat rangka /chassis.

-    Harus mempunyai slang pernafasan mesin yang berujung pada sebuah tempat penampungan.

-    Air pendingin radiator dilarang menggunakan radiator coolant.

-    Ukuran ban diwajibkan ring 17 minimal depan 90, belakang 100 dengan ukuran velg minimal depan lebar 215, belakang lebar 250, jenis ban balapan aspal produksi bebas.

 

3. TRAIL 175

-    Kapasitas mesin 4 tak s/d 180 cc, knalpot bebas, karburator/throtle body max 34 mm, system pengapian bebas, CDI dan COIL boleh diganti, camshaft bebas, klep bebas, plat kopling boleh diganti, transmisi bebas, cylinder head bebas, kompresi rasio bebas.

-    Sepeda motor basic trail produksi dalam negeri (bukan motor build up) , mesin sesuai bawaan pabrik, memenuhi unsur keselamatan, rem depan dan belakang bekerja sempurna, tidak terdapat ujung tajam yang menonjol (handle kopling dan rem), knalpot dilengkapi peredam suara/silencer, diperbolehkan memperkuat rangka /chassis.

-    Harus mempunyai slang pernafasan mesin yang berujung pada sebuah tempat penampungan.

-    Air pendingin radiator dilarang menggunakan radiator coolant.

-    Ukuran ban diwajibkan ring 17 minimal depan 90, belakang 100 dengan ukuran velg minimal depan lebar 215, belakang lebar 250, jenis ban balapan aspal produksi bebas.

 

4. TRAIL 250

-    Kapasitas mesin 4 tak s/d 250 cc, knalpot bebas, karburator/throttle body boleh diganti max 34 mm, system pengapian boleh dirubah, CDI dan COIL boleh diganti, camshaft bebas, klep bebas, rumah kopling boleh diganti, transmisi bebas non Radiator.

-    Sepeda motor trail produksi dalam negeri (bukan motor build up) , mesin sesuai bawaan pabrik, memenuhi unsur keselamatan, rem depan dan belakang bekerja sempurna, tidak terdapat ujung tajam yang menonjol (handle kopling dan rem), knalpot dilengkapi peredam suara/silencer, diperbolehkan memperkuat rangka /chassis.

-    Harus mempunyai slang pernafasan mesin yang berujung pada sebuah tempat penampungan.

-    Ukuran ban diwajibkan ring 17 minimal depan 90, belakang 100 dengan ukuran velg minimal depan lebar 215, belakang lebar 250, jenis ban balapan aspal produksi bebas.

 

NB :

KELAS TRAIL 150, TRAIL 175 DAN TRAIL 250 diperbolehkan menggunakan sistem INJEKSI dengan spesifikasi sama dengan sistem karburator, u penggunaan ECU bebas.

 

 

KELAS DILOMBAKAN

KELAS UTAMA

  1. FFA 250

-    Sepeda motor MX dan SM kapasitas maksimal 250 cc (4 Tak), 125 cc (2 tak)

-    Kategori Peserta Pro,Non Pro.

 

  1. TRAIL 175 OPEN

-    Kapasitas mesin 4 tak s/d 180 cc

-    Kategori Peserta Pro,Non Pro dan Komunitas

 

  1. TRAIL 175 NON PRO

-    Kapasitas mesin 4 tak s/d 180 cc

-    Kategori Peserta Non Pro dan Komunitas

 

KELAS PENDUKUNG

  1. FFA 450

-    Sepeda motor MX dan SM kapasitas maksimal 450 cc (4 tak) dan 250 cc (2 tak). 

-    Kategori Peserta Pro, Non Pro

 

  1. TRAIL 250 OPEN

-    Kapasitas mesin 4 tak s/d 250 cc,

-    Kategori Peserta Pro,Non Pro, Master dan Komunitas

 

  1. TRAIL 175 KOMUNITAS

-    Kategori peserta Komunitas.

 

  1. TRAIL 150 KOMUNITAS

-    Kategori peserta Komunitas.

 

  1. FFA 450  NON PRO

-    Sepeda motor MX dan SM kapasitas maksimal 450 cc (4 tak) dan 250 cc (2 tak). 

-    Kategori peserta Non Pro, Komunitas

 

PERLOMBAAN

  1. Perlombaan Trialgame asphalt dapat terdiri dari beberapa / berbagai nomor lomba (race) yang diadakan 1 hari atau lebih berturut-turut.
  2. Pada umumnya setiap nomor lomba (race) diadakan khusus untuk satu kelas tertentu. Tetapi apabila hal tersebut tidak mungkin dilaksanakan, balap untuk beberapa kelas dapat diadakan secara serentak / bersama dalam satu nomor lomba (race).
  3. Sirkuit Trialgame asphalt  berupa full lintasan aspal/beton.
  4. Handicap pada lintasan aspal berupa papan jumping
Tags : Trial Game,Indonesia