Modifikasi sepeda motor bergaya retro bisa dibilang tengah naik daun saat ini. Cukup banyak pemilik motor jenis sport naked masa kini yang mengubah tunggangannya menjadi motor sport tempo dulu. Modifikasi bergaya retro memiliki banyak aliran, di antaranya adalah scrambler dan cafe racer. Sepintas untuk ukuran orang awam, cukup sulit membedakan kedua jenis motor tersebut. Berbeda halnya dengan chooper yang secara fisik dapat dikenali dari model setangnya yang tinggi. Meski terkesan mirip, ada perbedaan diantara scrambler dan caferacer.
Perbedaan utama Cafe Racer dan Scrambler terletak pada peruntukan medan, posisi duduk, dan bentuk fisik. Cafe Racer bergaya balap klasik untuk aspal dengan stang jepit menunduk dan buntut tawon, sementara Scrambler dirancang tangguh untuk on-road/off-road ringan, menggunakan stang lebar, ban dual-purpose, dan knalpot tinggi.
Untuk motor Cafe Racer kebanyakan modifikasinya mengacu pada tampilan motor-motor Grand Prix / motor balap era 50-an. Aliran ini muncul pertama kali di Inggris pada 1950-an, nama Cafe Racer sendiri berasal dari kebiasaan anak muda inggris yang nongkrong di kafe, pemuda pemuda ini kemudian (cafe) sering adu kecepatan motor sambil nongkrong di kafe, dan juga sering mengadu kecepatan dari satu cafe ke cafe yang lain, oleh karena itu disebut dengan “Cafe Racer”.
Ciri khas modifikasi Cafe Racer adalah pemakian setang jepit under yoke, yang sejajar dengan tangki dan buritan motor, sehingga posisi duduknya mirip dengan pembalap, beberapa aksesori khas lainnya adalah windshield kecil di atas lampu motor dan buritan model sarang tawon yang aero dinamis.
Sementara itu modifikasi scrambler berprinsip pada motor yang bisa digunakan on road dan offroad sekaligus, kemunculan modifikasi ini mempunyai waktu yang sama dengan aliran “Cafe Racer” ,
Namun jika pada cafe racer digunakan untuk balapan antar cafe di jalanan aspal, pada Scrambler balapan yang dilakukan antar kafe mempunyai rute bebas, yang penting secepat mungkin sampai di tujuan, oleh karena itu motor yang tadinya diperuntukkan untuk jalan aspal kemudian dimodifikasi agar lebih proper menembus segala medan.
Ciri khas pada motor scrambler adalah penggunaan knalpot tinggi seperti trail, dan memakai ban yang lebih proper untuk offroad, body bagian depan dan belakang juga dibuat sesimpel mungkin, sehingga terlihat simpel dan tidak ribet.
Image credit : wikipedia.org