Menempuh perjalanan jarak jauh seperti touring atau mudik memerlukan kemampuan berkendara yang mumpuni. Jadi bukan hanya bisa bawa motor saja ya tapi kemampuan berkendara juga harus diasah. Nah salah satu kemampuan yang harus dikuasai adalah menjaga jarak dengan kendaraan lain saat di jalan raya nih.
Semua pengendara motor harus tahu jarak aman yang dibutuhkan saat berkendara. Saat belajar berkendara, biasanya Anda akan disarankan untuk menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan. Hanya saja tidak dijelaskan secara terperinci berapa jarak aman yang perlu diterapkan.
Pertama, Anda perlu menyadari bahwa ada potensi bahaya bisa terjadi jika ada motor di depan kita melakukan gerakan tiba-tiba. Tindakan perlambatan terjadi karena motor tersebut ingin memberikan kesempatan jalan kepada pengendara lain yang ingin masuk ke jalurnya.
Kedua, gagal menjaga jarak aman merupakan satu dari lima perilaku salah yang menyebabkan kecelakaan yang dialami motor paling belakang. Sehingga kita perlu menambah jarak aman dengan cara mengurangi kecepatan. Ketiga adalah selalu perhatikan kondisi dan situasi walaupun terlihat aman sekalipun.
Lantas berapa panjang jarak aman berkendara? Jarak aman yang dianjurkan saat mengendarai sepeda motor beriringan dengan kecepatan 40 km/jam adalah 20 meter sampai dengan jarak aman 30 meter. Mewujudkan jarak 30 meter saat berkendara akan sulit karena tidak ada patokan dan mengandalkan perasaan.
Disarankan menggunakan parameter satuan waktu yaitu detik. Menggunakan rumus kecepatan, jarak dan waktu maka dengan kecepatan konstan 40 km/jam dalam 1 detik akan menghasilkan jarak 11,1 meter. Dengan menggunakan detik inilah kita akan lebih mudah menemukan pendekatan visual yang ideal tentang jarak aman sesungguhnya. Untuk mempermudah menghitung detik harus menggunakan bantuan tiang atau benda-benda yang diam di sekitar jalan.
Gunakan kendaraan lain yang berjalan dengan kecepatan yang akan kita pantau. Kendaraan tersebut berjalan meninggalkan tiang sebagai patokan awal menghitung dan durasi waktu yang telah ditetapkan. Jika kecepatan 40 km/jam yang dipantau, maka patokannya adalah jarak mulai dari kendaraan meninggalkan tiang dan berjalan selama 2 atau 3 detik, maka kita akan mendapatkan jarak visual sebagai gambaran yang harus kita gunakan sebagai jarak aman. Point keselamatan pada situasi ini adalah dengan menjaga jarak aman dari kendaraan lain dan melakukan tindakan mengantisipasi bahaya dengan aman, jika pengendara di depan berhenti tiba-tiba.
Image credit : visordown.com