Salah satu syarat wajib dalam memodifikasi motor trail Anda menjadi supermoto, selain mengganti ban adalah dengan mengganti shockbreaker motor trail Anda. Shockbreaker perlu diganti saat modifikasi supermoto untuk menyesuaikan karakter suspensi trail yang empuk (long travel) menjadi lebih kaku agar stabil di aspal, meningkatkan kenyamanan, dan mengoptimalkan handling saat menikung kecepatan tinggi. Penyesuaian ini mencegah motor limbung (oleng), menjaga kestabilan, serta menghindari bottoming atau ayunan berlebih.
Pemilihan shockbreaker yang berkualitas merupakan hal yang penting untuk menjaga kinerja suspensi agar senantiasa optimal, segala komponen shockbreaker seperti oli sebagai pelumas, seal dan pegas harus dalam kondisi baik dan berkualitas. Bagaimana jika Anda membeli shockbreaker motor yang baru untuk modifkasi supermoto namun terasa keras? Ada beberapa penyebabnya nih ternyata. Simak penjelasannya ya.
Penyebab shockbreaker motor yang baru terasa keras adalah masalah yang sering kali membuat pengendara merasa tidak nyaman dan kurang puas dengan kualitas suspensi mereka. Setiap shockbreaker motor memiliki rekomendasi tekanan udara yang disarankan oleh produsen, dan jika tekanan ini melebihi batas, maka shockbreaker akan terasa lebih kaku dan kurang responsif terhadap perubahan permukaan jalan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa dan menjaga tekanan udara dalam shockbreaker sesuai dengan rekomendasi.
Penyetelan yang tidak sesuai dengan preferensi pengendara atau kondisi jalan yang dihadapi juga dapat membuat shockbreaker terasa lebih keras. Shockbreaker biasanya memiliki berbagai opsi penyetelan, seperti kompresi dan perpanjangan, yang harus disesuaikan dengan preferensi pengendara dan jenis perjalanan yang dijalani. Penyetelan yang tidak sesuai dapat membuat pengendara merasa tidak nyaman.
Keausan atau kerusakan pada komponen internal shockbreaker, seperti segel, per, atau batang shockbreaker, juga bisa menjadi penyebab shockbreaker yang baru terasa keras. Kerusakan ini bisa mengurangi kemampuan shockbreaker untuk menyerap guncangan, sehingga perbaikan atau penggantian diperlukan. Pemeriksaan visual terhadap shockbreaker baru akan membantu mendeteksi masalah tersebut.
Selain itu, kualitas oli yang digunakan dalam shockbreaker juga memainkan peran penting dalam menjaga kinerja yang empuk. Penggunaan oli yang tidak cocok atau berkualitas rendah dapat membuat shockbreaker terasa lebih keras. Pastikan bahwa oli yang digunakan sesuai dengan rekomendasi produsen.
Dalam beberapa kasus, shockbreaker baru mungkin memerlukan waktu untuk mencapai kinerja yang optimal. Ini karena beberapa komponen dalam shockbreaker perlu beradaptasi dengan penggunaan awal. Namun, jika shockbreaker tetap terasa keras setelah beberapa penggunaan, perlu untuk diperiksa lebih lanjut dan mungkin disesuaikan atau diperbaiki. Dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan mekanik terampil atau bengkel resmi untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan menyelesaikan masalahnya.
Image credit : bikeexif.com