TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME

0

Loading ...

Keren Banget Motor Listrik Bergaya Scrambler!

Teknis Kendaraan 12.01.2026

Motor listrik memang bukan hal yang aneh, tapi motor listrik berbentuk scrambler dari pabrikan Royal Enfield, ini baru berita.  Melalui sub-brand mobilitas listrik terbarunya, Flying Flea, pabrikan asal Inggris-India ini resmi memperkenalkan model kedua mereka, Flying Flea S6. Mengusung konsep scrambler listrik, motor ini diposisikan sebagai solusi mobilitas perkotaan masa depan yang menggabungkan desain berkarakter, bobot ringan, serta teknologi digital mutakhir.

Flying Flea S6 dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna urban modern. Tidak hanya nyaman digunakan di jalanan kota, motor listrik ini juga disiapkan untuk menghadapi jalur off-road ringan. Pendekatan tersebut menjadikan Flying Flea S6  berada di segmen Premium Urban Scrambler, sebuah ceruk pasar yang saat ini belum banyak diisi oleh motor listrik.

Nama Flying Flea bukanlah sekadar strategi branding. Royal Enfield memiliki sejarah panjang dengan nama tersebut sejak era Perang Dunia II. Pada masa itu, Flying Flea dikenal sebagai motor ringan yang dapat diterjunkan menggunakan parasut dari pesawat ke area pertempuran. Konsep bobot ringan serta kepraktisan menjadi DNA utama model legendaris tersebut.Kini, semangat historis itu dihidupkan kembali dalam wujud motor listrik modern. Setelah sebelumnya memperkenalkan Flying Flea C6 di ajang EICMA tahun lalu, Royal Enfield menghadirkan S6 sebagai interpretasi scrambler listrik yang lebih tangguh dan fleksibel untuk penggunaan harian.

Flying Flea S6 tampil dengan ciri khas scrambler yang kuat. Perangkat kaki menggunakan velg jari-jari berbahan aluminium berukuran 19 inci di depan serta 18 inci di belakang. Konfigurasi tersebut memberikan stabilitas lebih baik saat melintasi jalanan tidak rata maupun permukaan tanah.

Sektor suspensi mengandalkan inverted fork atau garpu depan terbalik, membantu meningkatkan kontrol dan kenyamanan berkendara. Sistem penggerak masih menggunakan chain drive, dipadukan dengan jok bergaya enduro yang mendukung posisi duduk lebih fleksibel. Untuk menekan bobot keseluruhan, Royal Enfield memanfaatkan pelindung baterai berbahan magnesium dengan sistem pendingin udara.

Meski mengusung gaya klasik, Flying Flea S6 dibekali teknologi cerdas kelas atas. Motor listrik ini menggunakan sistem operasi mandiri berbasis prosesor Qualcomm Snapdragon. Konektivitas 4G, Bluetooth, serta Wi-Fi sudah terintegrasi secara penuh.

Panel instrumen mengandalkan layar sentuh TFT berbentuk bulat berukuran 3,5 inci. Tampilan tersebut menyajikan informasi kendaraan hingga navigasi terintegrasi. Dari sisi keselamatan, FF.S6 telah dilengkapi Traction Control, Lean-Sensitive ABS, serta mode berkendara khusus off-road.

Fitur Voice Assist memungkinkan pengendara mengontrol navigasi atau musik melalui perintah suara saat terhubung dengan smartphone. Selain itu, pemilik dapat memantau status kendaraan dari jarak jauh menggunakan aplikasi di smartphone atau smartwatch, termasuk informasi pengisian daya, diagnosa sistem, hingga pembaruan perangkat lunak Over-the-Air (OTA).Di segmen gaya hidup, Flying Flea S6 berhadapan langsung dengan BMW CE 02. Namun, konfigurasi roda besar dan velg jari-jari membuat S6 lebih siap menghadapi jalan rusak atau jalur tanah ringan dibandingkan CE 02 yang fokus pada aspal mulus.

Flying Flea S6 hadir sebagai motor listrik dengan karakter petualang yang kuat, didukung teknologi cerdas serta desain berjiwa klasik. Jika bobotnya mampu ditekan di bawah 130 kg berkat penggunaan material magnesium, FF.S6 berpotensi menjadi salah satu scrambler listrik paling menarik di kelasnya. Untuk jarak tempuh, ekspektasi pasar berada di kisaran 100–120 km per pengisian daya, sesuai target penggunaan sebagai komuter urban premium. Duh makin menarik nih nih segmen motor listrik, semoga Flying Flea S6 bisa masuk ke pasar Indonesia ya, mengingat brand Royal Einfeld yang cukup populer di tanah air.

Key Technical Specifications & Features
Design: Scrambler-style with an enduro-style seat, upright ergonomics, and high ground clearance.
Wheels & Tires: 19-inch front/18-inch rear spoked wheels with dual-purpose tires
Suspension & Brakes: Inverted fork (USD) and single brake disc.
Powertrain: High-torque electric motor with a magnesium battery case.
Performance: Top speed of approx 100 kmph (reported 115 kmph in some areas)
Range: Approximately 100 km on a single charge.
Technology: 6 riding modes (including dedicated off-road), lean-sensitive ABS, traction control, and bidirectional crawl mode.
Connectivity: 3.5-inch circular TFT touchscreen with integrated navigation, 4G, Bluetooth, and Wi-Fi
Other Features: Keyless start, OTA updates, and integrated phone charging.

Image credit : flyingflea.royalenfield.com

Berita terkait

News
Tips & Tricks 12.01.26

Ban Apa Sih Yang Enak..

Tren modifikasi motor trail menjadi supermoto dimulai sejak Honda mengeluarkan CRF150L. Sebelumnya, hanya ada Kawasaki KLX 150 dan D-Tracker yang...

News
Teknis Kendaraan 12.01.26

Spakbor Si Komponen Underrated?

Ada gak komponen di motor trail Anda yang hampir semua orang tau nama dan bentuknya tapi gak tau fungsi komponen...

News
Tips & Tricks 12.01.26

Biar Ngga Salah Paham Ini..

Modifikasi sepeda motor bergaya retro bisa dibilang tengah naik daun saat ini. Cukup banyak pemilik motor jenis sport naked masa...