Lebaran sebentar lagi. Eh masih tiga mingguan lagi deng ternyata. Tapi gak ada salahnya juga sih jika persiapan untuk mudik dilakukan sejak jauh-jauh hari. Betul gak? Buat Anda yang memutuskan untuk mudik menggunakan motor trail kesayangan, kami tahu faktor ekonomi bukan yang membuat Anda melakukan hal ini kan? Pecinta adrenaline sudah pasti gak sabar nih untuk berpetualang menyusuri beragam kondisi jalan untuk menuju kampung halaman.
Mudik dengan motor merupakan hal yang paling menyenangkan. Selain lebih cepat dan praktis, biaya yang dibutuhkan untuk mudik dengan motor memang tergolong lebih ringan ketimbang jika kita memilih pulang kampung dengan membawa mobil, atau kendaraan umum. Tapi harus ingat, bahwa kita tidak boleh asal berangkat saja. Sebelum melakukan perjalanan mudik dengan motor, sebaiknya persipakn nih beberapa hal krusial ya.
Yang pertama adalah cek kondisi motor. Pastikan kondisi motor Anda siap tempur. Idealnya, motor yang akan dibawa mudik harus sudah masuk bengkel sejak 2 minggu, atau bahkan 1 bulan sebelum hari keberangkatan. Nah masih panjang kan nih waktunya. Lakukan servis secara menyeluruh, terutama bagian mesin, oli, serta kelistrikan. Selain itu, pastikan juga rem dan ban motor dalam kondisi prima. Jika kondisi ban dan kampas masih 50:50, jangan ragu untuk segera menggantinya, ya!
Perjalanan mudik dengan motor bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh kesiapan fisik yang prima, skill berkendara yang memadai, serta emosi yang stabil. Maka dari itu, jika kondisi fisik maupun psikis kita tidak memadai, sebaiknya urungkan niat mudik dengan motor dan pilih kendaraan umum saja. Pastikan juga untuk selalu waspada dengan jalanan dan pengguna jalan lainnya. Pacu kendaraan sesuai dengan kebutuhan (jangan ugal-ugalan) dan utamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Pastikan juga Anda telah merencanakan perjalanan dengan matang ya. Rencanakan perjalanan mudik, lengkap dengan estimasi waktu perjalanan point per point. Misalnya, di titik A harus sampai pada jam 10 siang, titik B jam 12, titik C jam 3 sore, dan seterusnya. Hal ini penting untuk dilakukan agar kita bisa mengatur kecepatan kendaraan sesuai dengan kebutuhan. Setiap 2 jam sekali, kita juga perlu menepikan kendaraan untuk melakukan peregangan, dan beristirahat setidaknya 30 menit per 4 jam sekali. Jangan lupa, pilihlah tempat istirahat yang aman dan nyaman. Merencanakan perjalanan mudik juga termasuk mencari dan mengetahui jalur alternatif yang dapat dilalui.
Oh iya motor trail Anda memiliki kapasitas maksimal berat yang dapat dibawanya. Supaya tidak memaksa dan menyebabkan motor berat dan mudah rusak, kita perlu menyesuaikan barang bawaan dengan jenis motor. Saran kami, maksimal dapat membawa total 150 kg termasuk diri Anda sendiri dan penumpang. Dengan tidak membawa barang berlebihan, maka keseimbangan kendaraan akan tetap terjaga.
Yang terakhir adalah selalu patuh terhadap rambu lalu lintasRambu lalu lintas pada dasarnya dibuat supaya perjalanan aman. Hal-hal seperti melanggar lampu merah, naik ke atas trotoar, hingga melewati palang pintu kereta api sangat berbahaya jika dilakukan. Selain membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, pelanggaran yang kita lakukan jika terciduk akan memperlambat perjalanan kita, bukan? Maka dari itu, selalu patuh terhadap segala aturan lalu lintas yang ada, ya!
Image credit : dirtbikeadventure.com