Komodo adalah kadal terbesar di dunia (Varanus komodoensis) yang endemik di beberapa pulau Indonesia seperti Komodo, Rinca, Flores, dan Padar, dikenal sebagai predator puncak dengan ukuran hingga 3 meter dan bisa melumpuhkan mangsa dengan bisanya, serta dilindungi sebagai satwa nasional karena statusnya rentan punah. Gak heran jika kemudian hewan ini digunakan oleh pabrikan motor listrik asal China, Talaria, sebagai nama dari produk terbaru mereka.
Talaria kembali menegaskan eksistensinya di segmen sepeda motor listrik off-road melalui peluncuran Komodo, sebuah motor trail listrik baru dengan performa paling buas yang pernah mereka tawarkan. Model ini hadir membawa lompatan besar dari sisi tenaga, kecepatan, kapasitas baterai, hingga dimensi rangka, sekaligus mengaburkan batas antara motor trail listrik ringan dan sepeda motor listrik ukuran penuh.
Dari sisi performa, Komodo dibekali motor listrik dengan daya puncak 32 kW, menjadikannya motor produksi terkuat yang pernah diumumkan Talaria. Angka tersebut jauh melampaui motor trail listrik pada umumnya yang masih berada di kisaran 6–10 kW. Output besar ini menempatkannya bukan lagi sekadar alternatif Sur Ron atau mainan off-road, melainkan kendaraan serius untuk pengendara berpengalaman.
Sumber energi berasal dari baterai lithium 96V 45Ah dengan kapasitas lebih dari 4,3 kWh. Talaria mengklaim jarak tempuh hingga 115 km pada kecepatan stabil 45 km/jam. Namun, angka tersebut tentu bergantung pada gaya berkendara, mengingat penggunaan mode agresif atau medan ekstrem akan menguras daya lebih cepat.Kecepatan maksimum motor trail listrik ini mencapai 105 km/jam, sebuah angka yang jarang ditemui di kelas motor listrik off-road ringan. Untuk menyesuaikan karakter berkendara, tersedia empat mode berkendara, yaitu Eco, Sport, Hyper, serta Reverse. Mode mundur menjadi fitur praktis, terutama saat memindahkan motor di area sempit atau kondisi medan sulit.
Komodo juga dilengkapi sistem pengereman regeneratif dengan empat tingkat pengaturan. Fitur ini memungkinkan pengendara menyesuaikan efek deselerasi sekaligus membantu pemulihan energi baterai saat melaju di jalur off-road.
Berbeda dari banyak motor trail listrik bergaya mini, Komodo menggunakan dimensi roda trail sesungguhnya, terdiri dari roda depan 21 inci dan belakang 18 inci. Ban yang digunakan berasal dari CST atau Maxxis, tergantung konfigurasi. Sektor suspensi juga tidak main-main, dengan garpu udara depan ruang ganda bertravel 250 mm, serta peredam kejut udara belakang dengan langkah 90 mm.
Kombinasi ini didukung jarak bebas tanah 315 mm dan tinggi jok 909 mm memastikan kemampuan jelajah optimal di medan berat.Pada sisi teknologi, brand asal Tiongkok menyematkan kontroler berarsitektur tegangan tinggi dengan mikroprosesor generasi baru untuk respons motor lebih presisi. Throttle mengandalkan sensor Hall ganda, memberikan redundansi sinyal demi keselamatan dan akurasi. Seluruh informasi kendaraan ditampilkan melalui layar TFT resolusi tinggi dengan tampilan modern dan mudah dibaca.
Dengan bobot 98 kg, baik dalam kondisi basah maupun kering, Komodo memang lebih berat dibanding motor trail listrik kecil. Namun, berat tersebut sepadan dengan tenaga besar, kapasitas baterai lebih masif, serta spesifikasi sasis yang lebih matang. Talaria membanderol motor trail listrik ini dengan harga US$5.699 atau setara Rp96 jutaan (Kurs saat ini) , menjadikannya salah satu penawaran paling menarik di kelas motor trail listrik performa tinggi saat ini.
Spesifikasi :
Motor: DC Permanent Magnet Synchronous (Mid-mounted)
Peak Power: 32 kW (Advertised), roughly 16–22 kW (Reported)
Battery: 97.2V 45Ah (4.37 kWh) Greenway Lithium with LG H51/Samsung 50S cells
Torque: 754 Nm (Rear Wheel)
Top Speed: 105 km/h (65 mph)
Range: Up to 115 km at 45 km/h
Weight: 98 kg (216 lbs)
Suspension: Front: Dual chamber air forks (250mm travel); Rear: Air shock (90mm stroke)
Wheels/Tires: 21" front / 18" rear (CST or Maxxis)
Modes: Eco, Sport, Hyper, Reverse
Charging/Features: 4-level regenerative braking, TFT display, forged alloy frame
Image credit : sveafordon.com