Modifikasi motor di dunia otomotif tidak hanya pada penampilan atau visualnya saja, namun juga dapat dilakukan pada komponen lainnya seperti mesin. Salah satu modifikasinya adalah dengan mengganti piston ukuran standar dengan ukuran oversize. Arti oversize bisa dipahami dengan mengganti atau memperbesar piston serta melakukan bubut boring di ruang bakarnya yang berguna untuk memperbesar kemampuan boring. Melakukan oversize artinya adalah mengganti ukuran piston pada motor lebih besar daripada ukuran bawaannya.
Oversize piston diartikan sebagai cara memodifikasi mesin motor dengan cara memperbesar ukuran atau diameter pada piston motor. Variasi ukuran untuk oversize motor biasanya menggunakan kenaikan setiap 0,25 mm yaitu ukuran 25, 50, 75, hingga 100 untuk besar oversize maksimal.
Apabila oversize sudah melebihi 100 atau 1 mm, maka sebaiknya untuk mengganti boring dan menggunakan ukuran standar lagi atau oversize 0. Jika oversize melebihi 100 maka dikhawatirkan liner akan terlalu tipis dan tentunya hal tersebut akan menimbulkan masalah baru.
Oversize merupakan langkah ketika ruang bakar bermasalah. Biasanya oversize piston dilakukan pada motor yang memiliki umur pakai yang tinggi yaitu pada motor tua yang mulai mengeluarkan asap berasal dari knalpot yang disebabkan oleh kebocoran kompresi pada mesin motor tersebut.
Fungsi oversize salah satunya adalah berguna untuk meningkatkan performa kinerja mesin pada motor. Memiliki ukuran piston yang lebih besar tentunya akan dapat menambah performa dari mesin motor tersebut. Awalnya, modifikasi oversize pada piston motor ini diadopsi dari dunia motor balap.
Adapun fungsi lain dari oversize motor untuk pemakaian harian adalah berguna untuk menghilangkan tanda-tanda kompresi bocor yang disebabkan oleh liner yang baret. Oversize pada piston juga berfungsi untuk memperbaiki silinder yang telah mengalami keausan sehingga akan normal kembali.
Oversize pada motor juga berfungsi untuk memperbesar volume pada ruang bakar mesin. Apabila sebuah motor memiliki volume ruang bakar yang besar, maka mesin tersebut juga akan semakin banyak menampung bahan bakar sehingga pembakaran dapat berjalan lebih optimal. Adanya modifikasi oversize pada piston motor menjadikan performa mesin dapat kembali normal. Modifikasi oversize pada piston juga dapat dijadikan sebagai alternatif ketika kondisi dinding liner telah aus tanpa harus mengganti blok mesin yang tentunya membutuhkan biaya yang lebih mahal.
Oversize pada piston biasanya dilakukan ketika motor telah mengalami aus yang diakibatkan oleh usia pemakaian yang cukup lama atau motor yang sudah tua. Manfaat yang diperoleh dari oversize pada piston yaitu kompresi mesin menjadi normal kembali dan performa motor menjadi meningkat.
Tidak hanya untuk mengembalikan kompresi mesin menjadi normal kembali, modifikasi oversize yang dilakukan pada blok silinder atau dinding liner yang telah mengalami aus akan bermanfaat. Ini untuk memperlancar langkah dari piston kembali, sehingga proses pembakaran mesin akan optimal lagi.
Oversize merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan ruang bakar pada mesin motor. Mesin motor yang telah di-oversize, maka memiliki tarikan yang lebih responsif dan tenaga yang dihasilkan juga jauh lebih besar jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Manfaat lainnya dari oversize yaitu menambah cc. Oversize merupakan proses memperbesar diameter piston sehingga juga dapat menambah cc motor meskipun tidak terlalu signifikan seperti bore up. Ketika diameter piston bertambah, maka juga diiringi dengan penambahan cc pada motor.
Nah semoga penjelasan di atas bisa membuat Anda lebih memahami tentang modifikasi oversize piston. Apakah Anda perlu melakukannya? Semua tergantung kebutuhan Anda sebagai pemilik ya.
Image credit : adbmagazine.com