Bagi penggila motor trail yang gemar melakukan modifikasi baik itu untuk motor trail harian atau enduro, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah salah satu jenis modifikasi yang dinamakan apa itu swap engine. Seringkali, pada kondisi tertentu, langkah ini harus diambil agar motor memiliki performa yang dinginkan. Karena itu, Anda harus tahu tentang pengertian, dan alasan apa saja hingga Anda harus melakukan swap engine (penukaran atau mengganti mesin) pada motor yang dimiliki.
Swap engine adalah proses penggantian atau mencangkokkan mesin motor ke motor lainnya dan biasanya berkapasitas silinder lebih besar. Langkah sering kali dilakukan untuk tujuan meningkatkan performa motor atau untuk membuat motor menjadi tampil beda.
Pada swap engine, proses yang dilakukan tidaklah sederhana. Pasalnya, akan ada banyak detail yang harus diperhatikan. Contohnya adalah adalah fitting mesin dengan jenis dan tipe rangka sepeda motor. Jadi, untuk rangka kecil dan mesin besar maka harus bisa menemukan center poros gir baik depan maupun belakang. Bagian kelistrikan juga harus diperhatikan. Pasalnya, saat swap engine, maka bukan hanya bagian mesin saja yang dicangkok, akan tetapi juga pada bagian kelistrikan juga akan disematkan secara total.
Meskipun harus mengambil berbagai resiko, banyak orang yang menginginkan melakukan swap engine pada motor. Berbagai alasan yang seringkali mendasari langkah ini, diantaranya adalah untuk meningkatkan performa mesin motor. Swap engine dinilai bisa meningkatkan performa pada motor. Hal ini karena mesin standar dari pabrikan dirasa belum sesuai dengan selera.
Ada yang juga yang melakukan swap engine, karena sulitnya mendapatkan suku cadang asli. Hal ini khususnya dilakukan oleh mereka yang hobi merestorasi motor tua. Agar motor memiliki performa yang sesuai keinginan, maka bisa dilakukan swap engine. Jadi, motor tua bukan untuk pajangan saja.
Perlu Anda tahu bahwa swap engine bukan hal yang mudah. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dipikirkan matang-matang sebelum mengambil langkah ini. Pasalnya, dengan swap engine maka nomor mesin juga akan berganti identitasnya. Maka, tahapan ini juga memiliki pro dan kontra. Agar lebih jelas, kami jabarkan kelebihan dan kekurangan dari swap engine ya.
Kelebihan swap engine seperti sudah disebutkan yaitu bisa meningkatkan peforma motor dan kecepatannya. Selain itu, langkah ini bisa membuat motor yang tadinya susah diperbaiki karena tidak ada lagi suku cadang nya hingga bisa digunakan. Selanjutnya restorasi motor tua pun bisa dilakukan dengan prosedur tersebut.
Sementara itu kekurangannya adalah faktor biaya yang tidak murah. Biaya ini pun tidak termasuk dengan suku cadang yang dibutuhkan serta biaya pemasangan mesin motor. Selain itu, dalam proses swap engine, maka dilakukan peningkatan performa motor. Maka dari itu, hal ini harus diiringi dengan sistem pengereman yang memadai. Maka prosesnya pun akan lebih rumit. Belum lagi jika ternyata motor trail Anda ingin digunakan secara harian, maka proses pengurusan surat-suratnya sudah pasti akan rumit karena terjadi pergantian nomer mesin.
Demikian berbagai informasi yang perlu Anda tahu tentang apa itu swap engine berserta kelebihan dan kekurangannya. Dengan demikian, maka Anda bisa memutuskan apakah ingin melakukan swap engine pada motor Anda atau tidak. Perlu diingat juga bahwa tidak semua bengkel jago melakukan pencangkokan mesin. Maka, temukan bengkel yang telah berpengalaman jika ingin melakukan modifikasi ini ya.
Image credit : dirtbikemagazine.com