Kabar gembira nih buat para penggemar supermoto, produsen perlengkapan balap asal Italia, Alpinestars, kembali memperluas lini helm motor dengan memperkenalkan Supertech R-7 (S-R7). Model terbaru ini diposisikan sebagai helm sport kelas menengah dengan karakter lebih ramah penggunaan jalan raya, namun tetap mampu digunakan untuk kegiatan track day.
Keselamatan menjadi salah satu aspek utama dalam pengembangan Supertech R-7. Dalam beberapa tahun terakhir, isu mengenai rotational safety atau perlindungan terhadap gaya rotasi saat kecelakaan menjadi perhatian besar di industri helm. Alpinestars mengklaim S-R7 mampu melampaui standar peak rotational acceleration milik ECE 22.06 hingga 76 persen. Artinya, kemampuan helm dalam mengurangi dampak gaya putar pada kepala berada di atas persyaratan regulasi tersebut.
Struktur cangkang helm menggunakan multi-composite shell pre-preg epoxy resin. Material ini memadukan beberapa lapisan seperti serat karbon, aramid fiber, serta fiberglass. Kombinasi tersebut dirancang untuk menghadirkan kekuatan optimal sekaligus menjaga bobot tetap ringan.
Untuk ukuran medium (M), bobot helm hanya 1.390 gram. Angka tersebut sekitar 150 gram lebih ringan dibandingkan Supertech R-10. Konstruksi ini tersedia dalam tiga ukuran shell yaitu XS-MD, LG, serta XL-2XL, dilengkapi empat ukuran EPS agar penyesuaian ukuran kepala lebih presisi.
Secara visual, Supertech R-7 masih mempertahankan DNA desain balap khas Alpinestars. Namun tampilannya dibuat sedikit lebih kalem dibandingkan S-R10 sehingga cocok untuk penggunaan jalan raya.
Helm ini dibekali road spoiler terintegrasi serta winglet lateral di sisi cangkang. Seluruh elemen aerodinamika tersebut dikembangkan melalui pengujian wind tunnel guna mengurangi turbulensi serta hambatan angin saat melaju kencang.
Pada bagian bawah helm juga terdapat collarbone recess di kedua sisi. Area ini dilengkapi dua PLASMA insert yang berfungsi menyerap energi benturan serta membantu mengurangi risiko cedera pada tulang selangka saat terjadi insiden.
Untuk menjaga suhu tetap nyaman saat berkendara, S-R7 dilengkapi 10 ventilasi terdiri dari enam intake port sebagai jalur masuk udara serta empat exhaust port untuk membuang udara panas dari dalam helm.
Salah satu fitur menarik pada Supertech R-7 terletak pada bidang pandang yang sangat luas. Helm ini menawarkan sudut pandang horizontal hingga 220 derajat serta 57 derajat secara vertikal. Angka tersebut termasuk salah satu yang terbesar di kelasnya. Keunggulan ini dimungkinkan berkat sistem A-Head Fitment System milik Alpinestars. Teknologi tersebut menggunakan pad mikro-adjustable yang terhubung dengan lapisan EPS bagian dalam.
Sistem tersebut memungkinkan pengendara mengatur posisi helm secara lebih presisi, termasuk kedalaman dan kemiringan kepala. Pengguna dapat menyesuaikan posisi agar optimal untuk posisi duduk tegak saat berkendara di jalan raya, atau condong ke depan ketika melibas sirkuit.
Supertech R-7 dilengkapi visor optical Class 1 dengan kualitas optik tinggi sehingga meminimalkan distorsi pandangan. Helm ini juga sudah dibekali Pinlock 120XLT anti-fog lens guna mencegah embun saat berkendara dalam kondisi lembap atau hujan. Penggantian visor dibuat praktis melalui quick-release system tanpa alat. Fitur tersebut memudahkan pengendara mengganti kaca helm dengan cepat.
Bagian interior menggunakan liner yang dapat dilepas dan dicuci, dilengkapi material anti-mikroba untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan selama penggunaan jangka panjang.
Untuk aspek keselamatan tambahan, Alpinestars juga menyematkan Emergency Release System (ERS). Sistem ini memungkinkan tim medis melepas bantalan pipi dengan cepat apabila terjadi kecelakaan, sehingga proses penanganan pengendara dapat dilakukan lebih aman.
Penasaran sama harganya? Supertech R-7 dipasarkan dengan harga MSRP sebesar $679,95 atau sekira Rp11 jutaan. Dengan banderol tersebut, helm ini masuk dalam kategori mid-range premium helmet. Di segmen yang sama, beberapa model sudah lebih dulu populer seperti Arai Regent-X, Shoei RF-1400, serta AGV K6S. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari reputasi merek hingga tingkat kebisingan lebih rendah atau harga lebih kompetitif. Jadi pilih yang mana nih?
Image credit : alpinestars.com