TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME

0

Loading ...

Yah Elah Starter Motor Trail Cetek-Cetek Doang Nih

Teknis Kendaraan 06.07.2026

Motor trail keluaran terbaru biasanya sudah dilengkapi dengan starter elektrik nih. Bahkan ada beberapa motor trail yang tidak memiliki kickstart, hanya murni mengandalkan starter elektrik. Nilai lebih utama dari starter elektrik adalah kemudahan dan kepraktisan instan; Anda cukup menekan satu tombol tanpa perlu menguras tenaga fisik untuk mengengkol mesin.

Tapi pernahkah Anda mengalami saat ingin menyalakan motor trail, hanya terdengar bunyi cetek-cetek saja tanpa ada respon dari mesin motor Anda. Respon pertama sudah pasti panik dong, kemudian dilanjutkan dengan kesal dan marah-marah biasanya. Nah kenapa sih hal ini bisa terjadi?

Pertama-tama, kalian wajib melakukan langkah krusial ini. Segera cek sumber listrik utamanya, yaitu aki atau baterai. Seringkali, kita panik duluan memikirkan kerusakan dinamo starter. Padahal, setrum aki mungkin sudah lemah. Akibatnya, aki tidak kuat lagi mengangkat beban kerja dinamo starter.

Perlu diingat, dinamo starter memakan daya listrik paling besar. Untungnya, kalian bisa mengenali gejala khas aki lemah pada motor trail dengan mudah. Contohnya, coba perhatikan nyala lampu netral di spidometer. Selain itu, kalian juga bisa membunyikan klakson.

Selanjutnya, tekan tombol starter sekarang. Jika lampu netral meredup drastis, maka aki pasti tekor. Sementara itu, suara klakson sember juga menjadi tanda kuat. Idealnya, tegangan aki sehat harus berada di angka 12,4 Volt hingga 12,8 Volt.

Oleh sebab itu, Relay Starter (bendik) hanya akan berbunyi “cetek-cetek” jika tegangan turun di bawah 12 Volt. Alhasil, arus listrik tidak cukup kuat untuk memutar dinamo. Jadi, rawatlah komponen penyimpan daya ini secara rutin. Untuk itu, baca panduan kita tentang cara merawat aki motor agar awet. Tujuannya, agar kalian tidak salah vonis dan buang uang.

Lantas, bagaimana jika aki dalam kondisi sehat? Tegangan stabil di 12.4V ke atas, tapi starter masih cuma bunyi “cetek”. Maka, tersangka utamanya pindah ke Relay Starter. Biasanya, mekanik lokal menyebutnya “Bendik”. Padahal, komponen ini punya fungsi sangat vital.

Secara teknis, Bendik bekerja sebagai saklar elektromagnetik. Artinya, alat ini menyambungkan arus super besar dari aki ke dinamo starter. Akan tetapi, seringkali kita menemukan masalah yang sangat sepele. Misalnya, konektor atau soket di bendik kotor terkena lumpur.

Hal ini wajar karena motor trail tempur sering main tanah. Akibatnya, kotoran menumpuk dan menghambat arus listrik. Dampaknya, solenoid di dalam bendik gagal menghubungkan plat kontak. Oleh karena itu, kalian bisa pelajari cara kerjanya di Wikipedia tentang Solenoida agar lebih paham.

Untungnya, solusinya cukup sederhana. Pertama, lepas soket bendik di balik cover bodi samping kiri. Selanjutnya, bersihkan terminalnya menggunakan cairan contact cleaner. Alternatifnya, kalian juga bisa memakai amplas halus. Namun, jika masih tetap nihil, berarti kumparan di dalamnya sudah putus. Akhirnya, kalian harus mengganti komponen ini dengan yang baru.

Selanjutnya, ini dia penyakit yang sering bikin dompet boncos. Meskipun bendik bunyi “cetek” kencang dan aki normal. Namun, dinamo starter diam seribu bahasa. Oleh sebab itu, besar kemungkinan Carbon Brush atau arang starternya sudah habis. Pasalnya, arang ini terus bergesekan dengan komutator saat kalian menekan starter.

 

Memang, harga part original brush set di Indonesia lumayan mahal. Bahkan, kadang kalian harus membeli satu set dengan dudukannya.

Oh iya jangan lupa cek kabel grounding juga ya. Di sisi lain, kita sering melewatkan penyebab satu ini. Segera cek kabel massa atau grounding motor. Sebab, baut-baut kelistrikan bisa kendor karena guncangan ekstrem di jalur offroad. Biasanya, kabel massa menempel ke bodi mesin atau rangka.

Akibatnya, arus listrik tidak akan berputar sempurna jika kabel ini kendor. Selain itu, dinamo starter akan terasa berat memutar mesin. Bahkan, rasanya seperti aki tekor, padahal aki masih bagus. Oleh karena itu, cek jalur kabel hitam (negatif) di mesin. Segera kencangkan bautnya dan bersihkan karat yang menghalangi. Ingat, masalah sepele ini juga bisa memicu kerusakan lain. Contohnya, lampu bisa sering putus karena arus tidak stabil.

Nah semoga yang memiilki masalah ini segera bisa teratasi ya. yang paling penting jangan malas melakukan pemeliharan rutin pada motor trail Anda.

Image credit : thumpertalk.com

Berita terkait

News
Tips & Tricks 06.07.26

Baca Dulu Sebelum Belajar Freestyle

Freestyle motor trail adalah olahraga ekstrem yang memadukan ketangkasan melompat di udara dengan manuver akrobatik. Aksi ini mengandalkan motor trail...

News
Teknis Kendaraan 06.07.26

Waduh Ini ternyata Penyebab Fuel..

Saat ini sebagian besar motor trail modern yang sudah menggunakan fuel injektor (sistem injeksi bahan bakar). Teknologi ini menggantikan peran...

News
Teknis Kendaraan 06.07.26

Ini Dia Jenis Oli Yang..

Buat Anda yang gemar trabasan melahap medan offroad yang kasar dan berat, tentu memerlukan motor trail yang memiliki performa prima....