Pasar motor trail Indonesia kembali menggeliat. Hal ini dipicu oleh keberanian Honda merilis beberapa jenis motor trail dalam kurun waktu kurang dari satu tahun di Indonesia. Pabrikan motor trail yang penjualannya paling mendominasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir seperti Kawasaki dan Viar mulai gerah dengan langkah yang diambil Honda.
Awalnya Honda memang tidak memperhitungkan motor trail sebagai salah satu potensial market mereka, namun berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan motor trail 150 cc di Indonesia berkisar pada angka 6.000 unit per bulan. Cukup menggiurkan bukan?
Hal ini ditambah dengan menurunnya angka penjualan di segmen motor sport-nya, membuat Honda di tahun 2018 ini seolah mengalihkan perhatian mereka ke lahan lumpur yang lebih basah. Di tahun 2018 ini, AISI bahkan memprediksi penjualan motor trail bakal tembus di angka 10 ribu unit per bulan dengan komposisi tebranyak penjualan di pulau Jawa dengan persentase sebanyak 60 persen.
Untuk mengantisipasi sepak terjang Honda dengan motor trail CRF mereka, para pesaingnya pun seolah tidak mau kalah untuk berinovasi. Kawasaki yang merupakan market leader motor trail Indonesia lewat seri KLX mereka, saat ini dikabarkan akan segera merilis tipe terbaru KLX-250 yang konon mengusung mesin DOHC, satu silinder, berkapasitas 249 cc dengan pendingin cair dan berpengabutan bahan bakar injeksi. Mesin tersebut kemudian dipadukan dengan transmisi enam tingkat gearbox percepatan.
Sementara itu dua pabrikan Jepang lainnya, Yamaha dan Suzuki, yang terhitung adem ayem dengan penjualan motor trail mereka di tanah air, akhirnya mau tidak mau ikut menggeliat dengan terobosan yang dilakukan oleh Honda. Menurut Deputy General Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eddy Ang, Yamaha sejauh ini terus intens mempelajari pasar trail 150cc. Bahkan tak cuma sekadar mempelajari, karena sejumlah persiapan sudah dilakukan.
Sebelumnya Yamaha memang pernah menawarkan produk motor trail mereka yaitu Yamaha WR250, tapi harga jual yang hampir menyentuh angka 100 juta dianggap terlalu mahal, maka dari itu mereka mulai mengalihkan perhatian mereka pada motor trail entry level yang secara harga jauh lebih murah.
Sementara itu Suzuki terhitung lebih agresif dengan meluncurkan dua jenis motor trail yaitu RM-Z250 dan DR-Z70. Jika RM-Z250 ditujukan untuk para pengendara motor trail tingkat mahir, maka DR-Z70 motor trai entry level untuk para pengendara motor trail junior.
Kendati memang beberapa produk motor trail dari para pabrikan di atas belum jelas kapan waktu edarnya di Indonesia, namun sudah menjadi rahasia umum bahwa menuver yang dilakukan oleh Honda saat merilis motor trail, mampu membuat gerah para pesaingnya. Kita tentu berharap adanya hal positif dari kondisi ini yaitu semakin beragamnya pilihan untuk memilih tunggangan, dan semakin kompetitifnya beragam lomba karena bervariasinya jenis motor trail yang ikut berkompetisi.
Image: dirtxtreme.com