Seminggu jelang Trial Game putaran ke-5, Jombang, beberapa waktu lalu digelar, Aditya Pradana langsung buru-buru membuka jadwal mata kuliahnya di kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Kebetulan sekali, hari itu nihil agenda perkuliahan yang berbenturan dengan hobinya sejak kecil, balap!
Karuan saja, kroser kelahiran Blitar, Jatim, itu girang bukan kepalang. Peralatan ‘tempur’ untuk arena Trial Game pun segera dipersiapkan. “Asal jadwal kuliah dengan Trial Game tidak bentrok, saya pasti turun. Dari dulu sampai sekarang, Trial Game selalu dihati,” kekeh Aditya Pradana. Musim 2016 ini Aditya turun untuk kali pertama di Sirkuit Lapangan Diwek, Jombang. “Seri-seri sebelumnya kuliah sama sekali tidak bisa ditinggalkan, sedikit menyesal juga sih, ketinggalan beberapa putaran,” tambahnya.
Kiprah raider yang membawa panji-panji tim Cemara Indah MRT Zyrof47 itu cukup mentereng di Trial Game, namanya patut disejajarkan dengan pebalap unggulan di Trial Game seperti Ivan Harry, M. Arjun, Aris Setyo, Savona Oky serta Fernando Corokong. Debutnya di olahraga otomotif berhadiah total ratusan juta rupiah itu sejak 2011 silam. Sempat konsisten hingga 2014, Aditya Pradana harus rela menepi untuk memenuhi kebutuhan akademisnya.
Absen cukup lama sedikit mereduksi kegarangan pemuda pemilik nomer lambung 45 ini di lintasan. Seri 5 Jombang, dari 3 kelas yang diikuti, Aditya cuma lumayan di kelas minimoto dan campuran open. Peringkat ke-6 campuran open dan podium ke-5 kelas minimoto yang mampu diraihnya. “Lama absen jadi kaku semua, nge-gas juga makin ragu-ragu. Mudah-mudahan seri-seri berikutnya ngga ada jadwal yang bentrok, biar bisa turun lagi,” pungkas Aditya. Semoga ya Bro.RW