Sering sekali dijumpai, peralatan eletronik mungil yang terpasang di helm, badan ataupun di motor trail pada saat kejuaraan balap motor seperti motokros, grasstrak maupun Trial Game. Ya, kamera Gopro! Selain banyak digunakan untuk pecinta petualangan atau olahraga outdoor, di Trial Game juga sering ditemui kroser-kroser yang menggunakan kamera yang punya keunggulan terhadap goncangan, air, tekanan dan cuaca ektrim itu.
Gopro bisa disebut sebagai pionir kamera jenis ini, tak heran jika Gopro menjadi primadona dan paling laris hingga seluruh dunia. Mirip dengan smartphone Android atau Iphone, kamera Gopro memiliki versi yang terus diperbaharui. Nama produk utamanya adalah Gopro Hero, yang saat ini sudah masuk ke versi Gopro Hero 4.
Keunggulan action camera ini adalah bentuk kamera yang kecil, bisa diletakkan dimana saja, kualitas video yang sangat baik, terdapat aplikasi Android/iPhone untuk mengontrol kamera Gopro via koneksi Wi-Fi serta tahan goncangan dan anti air.
Di Trial Game sendiri, beberapa pebalap sudah menggunakan kamera jenis ini. Agha Riansyah salah satunya. Kroser asal Kota Pasuruan, Jatim, ini beberapa kali memasang kamera Gopro di helm dan di tubuh bagian depannya saat heat berlangsung. “Selain untuk dokumentasi, hasil dari kamera ini nanti bisa saya gunakan untuk evaluasi penampilan saya. Bisa tahu cara pengambilan racing line dan jalur saat akan melewati handicap,” jelas kroser Waloja BKMS Nugroho MX itu. “Apalagi saya sering freestyle saat kejuaraan, lumayan buat tontonan,” tambahnya.
Kamera yang diproduksi oleh perusahaan yang bermarkas di San Mateo, California ini memiliki beberapa varian, diantaranya yang paling diburu adalah Gopro 3, 3+ serta Gopro 4 dengan versi silver dan black. Harganya pun bervariasi mulai dari 3 sampai 7 juta-an.RW