Naik motor trail emang pasti seru dan asyik, bener gak nih? Hampir sebagian besar pasti setuju dengan pernyataan ini. Resiko berkendara motor trail memang ada, yang paling sering terjadi tentu aja jika terjadi kecelakaan. Tapi tahukah Anda, ternyata ada beberapa penyakit lho yang bisa timbul karena sering berkendara motor.
Meskipun motor memberikan kenyamanan dan kecepatan dalam perjalanan sehari-hari, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan. Salah satu masalah utama yang muncul adalah paparan polusi udara yang tinggi. Saat berkendara di jalan raya yang ramai, Anda secara tidak langsung terpapar dengan emisi gas kendaraan lain, partikel-partikel debu halus, serta bahan kimia beracun. Paparan berkepanjangan terhadap polusi udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan bahkan penyakit pernapasan kronis seperti asma. Nah biar paham kami jelaskan di artikel ini ya.
Mengendarai sepeda motor dapat menyebabkan gangguan pernapasan karena berbagai faktor, seperti paparan polusi udara, debu, dan faktor lingkungan lainnya. Sebuah studi yang dilakukan di Tanzania mengungkapkan bahwa pengemudi motor selama empat tahun ke atas memiliki faktor risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah pernapasan. Kemudian melansir dari The Pan African Medical Journal, pengendara yang terkena paparan CO lebih dari 9 ppm cenderung memiliki lebih banyak masalah pernapasan. Studi ini juga menemukan bahwa pengendara sepeda motor memiliki fungsi paru-paru yang jauh lebih rendah dibandingkan orang lain yang jarang terpapar polutan.
Oh iya, terlalu sering mengendarai motor disinyalir juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran lho. Dilansir dari Hear-it, suara angin di sekitar helm dapat mencapai sekitar 90 dB (A) pada kecepatan 96 km/jam, yang cukup untuk menyebabkan gangguan pendengaran permanen setelah satu jam berkendara tanpa helm atau pelindung telinga. Suara knalpot dan klakson kendaraan juga bisa menjadi penyebab lain gangguan pendengaran.
Terlalu sering mengendarai sepeda motor dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, termasuk terbakar sinar matahari, iritasi kulit, dan ruam. Menurut Web Bike World, pengendara motor yang terpapar sinar matahari secara langsung dapat mengalami kulit terbakar, bahkan saat cuaca sedang mendung. Gesekan yang terjadi antara anggota tubuh dengan bagian-bagian motor juga dapat menyebabkan kulit lecet dan iritasi.
Menurut Studds, pengendara motor berpotensi terpapar zat kimia berbahaya selama di jalan. Zat tersebut mungkin saja bersifat alergen yang dapat menyebabkan pilek. Kondisi ini juga dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin, mata berair, bahkan menyebabkan penyakit yang lebih serius. Untuk mencegahnya, Anda dapat menggunakan masker atau buff untuk mencegah paparan polutan saat berkendara.
Mengendarai sepeda motor dapat menyebabkan sakit mata karena berbagai faktor seperti angin, radiasi matahari, asap knalpot, dan faktor lainnya. Menurut PR Web, faktor-faktor ini dapat menyebabkan dehidrasi mata, yang menyebabkan sindrom mata kering, yang ditandai dengan penguapan kelembaban yang terlalu cepat dari lapisan air mata. Untuk mencegah kondisi ini, Anda dapat menggunakan kacamata anti UV saat riding. Beberapa jenis helm juga sudah memiliki fitur double visor yang dapat memberikan proteksi yang lebih optimal.Pernahkah Eigerian mengalami sakit punggung? Jika iya, kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.
Dan yang terakhir adalah postur tubuh yang buruk merupakan penyebab umum sakit punggung. Mengendarai motor dengan posisi tubuh terlalu membungkuk dapat menyebabkan nyeri punggung yang cukup parah. Terlebih lagi jika Anda berkendara dalam waktu lama dan sambil membawa tas ransel yang berat. Nah yuk perhatikan kesehatan saat kita berkendara.
Image credit : ktm.com