TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME

0

Loading ...

Tips Detail Agar Ban Motor Semakin Awet

Teknis Kendaraan 15.06.2026

Ban merupakan salah satu komponen pada kendaraan yang wajib diperhatikan. Namun perlu dipahami bahwa ban memiliki usia penggunaannya tersendiri. Jika suatu ban sudah aus atau licin dan tidak lagi dapat menemani perjalanan berkendara dengan baik, maka sudah saatnya untuk mengganti ban pada kendaraan tersebut.

Meski demikian, Anda sebenarnya bisa memperpanjang usia ban dengan penggunaan motor yang lebih berhati-hati dan perawatan secara rutin. Apalagi di zaman ekonomi sulit ini, mengganti ban bahkan bukan menjadi priorita utama bukan?

Selain tampilan dan performa mesin, memang diperlukan perawatan pada bagian ban motor. Keberadaan ban digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk dapat meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan.

Setiap motor trail  tentu saja memiliki roda yang di mana berfungsi sebagai bagian kaki kendaraan tersebut. Hal ini mengingat fungsinya yang sangat amat vital dan sangat penting maka Anda harus selalu merawat dan menggunakannya tanpa berlebihan yang bisa saja membuat ban motor cepat tipis dan sering bocor.  Nah berikut adalah tips untuk merawat ban motor trail ya.

1. Pastikan ukuran ban sesuai dengan standar bawaan
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebaiknya kita tidak merubah bagian pada ban motor. Baik itu ban luar, ban dalam, maupun velg yang digunakan. Sebab, pabrik produksi motor tersebut sudah melakukan pengujian serta memperhitungkan segala jenis risiko hingga perkiraan-perkiraan lain terkait ukuran ban yang baik untuk motor. Mengganti ban yang lebih besar atau lebih kecil, maka akan mempengaruhi pengalaman berkendara selama di jalan. Hal ini mungkin juga akan menimbulkan beberapa risiko lain yang tidak kita inginkan, lho.

2. Rutin mencuci ban motor
Ternyata, tidak hanya body motor saja yang perlu dicuci. Bahkan, ban motor juga perlu untuk rutin dicuci secara berkala. Kenapa demikian? Tentu saja bukan sekadar untuk membuat penampilan ban motor bersih semata, melainkan sebagai upaya untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada bagian ban motor.

Khususnya kotoran yang berada di area celah antara ban dan juga velg. Bukan tanpa sebab, mengingat jika ada kotoran berupa partikel kecil seperti kerikil akan sangat berpotensi masuk ke celah antara velg dan ban. Jika sudah masuk, maka akan memicu rongga yang membuat angin di dalam ban terdorong keluar melalui celah akibat dari adanya partikel yang masuk ke bagian sela ban dan velg tersebut.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk selalu mencuci dan membilas ban motor secara rutin. Terutama pada saat musim hujan tiba yang mana kemungkinan besar akan ada banyak pasir atau kerikil kecil yang menempel pada ban saat melalui medan berlumpur.

3. Pastikan pentil ban dalam kondisi normal
Cara merawat ban motor selanjutnya, kita juga diharuskan untuk selalu memperhatikan bagaimana kondisi pentil pada ban motor. Caranya cukup mudah dan bisa dilakukan secara mandiri. Kita hanya perlu meneteskan satu tetes air saja ke pentil ban, lalu lihat dengan seksama dan teliti. Pentil yang bocor akan memicu timbulnya gelembung air saat bagian pentil ditetesi dengan air. Hal ini tentu menjadi cara deteksi awal yang mudah dilakukan jika suatu waktu ada kondisi di mana ban motor sering kempes mendadak atau bocor halus. Sebab, bisa jadi angin dalam ban yang habis tersebut dikarenakan keluar melalui celah tersebut. Lakukan cara ini hanya sewaktu ban mengalami kempes secara tiba-tiba untuk memastikan apakah ada kebocoran di area pentil ban motor, ya!

4. Hindari membawa beban berlebih
Cara merawat ban motor tetap awet dan tidak mudah aus adalah tidak membawa beban berat yang melebihi kemampuan kapasitas bawaan motor. Pasalnya, jika terlalu sering membawa beban berat maka secara tidak langsung akan menekan posisi ban, di mana tekanan tersebut akan memicu angin terdorong keluar dengan tekanan besar.

Jika dilakukan secara sering, maka bentuk ban secara otomatis akan rata di bagian permukaan atau yang bersentuhan dengan medan jalan yang disebabkan karena tekanan terlalu berat yang dibawanya. Maka dari itu, sangat disarankan untuk tidak membawa beban berat pada motor sebagai langkah guna menjaga kondisi ban motor agar awet dan tidak mudah aus atau botak.


Jika memang terpaksa dikarenakan aktivitas mobilitas rutin maka sebaiknya istirahatkan sejenak motor beberapa menit, sesaat setelah membawa beban berat untuk memberikan ruang tekanan angin dalam ban supaya bisa berada pada sela-sela yang pas di dalam ban.

5. Isi angin dengan tekanan yang sesuai
Perlu diketahui bahwa kondisi ban yang kekurangan udara sangat berpotensi membuat pengalaman berkendara kita kurang memuaskan. Karena alasan itu, maka sangat disarankan sekali sebelum motor digunakan untuk beraktivitas, pastikan tekanan udara yang ada pada ban sudah sesuai anjuran dari pabrik.

Sebaiknya, isi angin dengan tekanan yang pas dan sesuai standar pabrik. Sebab, jika udara dalam ban minim, justru akan memicu timbulnya ban pecah dan cepat aus. Kondisi tersebut jika dibiarkan juga akan membahayakan kita dalam perjalanan. Apalagi jika kita memiliki aktivitas intensitas perjalanan tinggi.

6. Gunakan nitrogen
Di antara beberapa cara merawat ban motor, salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah penggunaan nitrogen untuk ban motor. Bukan tanpa alasan, mengingat nitrogen memiliki daya tekan yang lebih merata jika dibandingkan udara atau angin biasa. Dengan begitu, bisa memasuki setiap celah yang ada pada dalam ban.

Bahkan, sifat nitrogen yang tidak mudah memuai atau menguap tidak akan membuat ban cepat kempes. Untuk itu, jika kita ingin ban tetap awet, gunakan nitrogen dengan tekanan yang sesuai dan pas. Namun, ini hanya sekadar opsi saja dalam langkah untuk merawat ban motor, ya!

7. Hindari memarkirkan motor di bawah terik matahari terlalu lama
Sinar matahari yang terik ternyata juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi ban motormu tak lagi prima. Tekstur pada ban motor bisa menjadi keras sewaktu-waktu hingga menimbulkan retakan pada bagian permukaan ban.

8. Hindari melakukan pengereman mendadak
Saat kita melakukan pengereman, maka akan terjadi gesekan antara ban dengan aspal sehingga kendaraan yang kita gunakan bisa berhenti. Memang tidak ada yang salah dari mengerem saat berkendara. Hanya saja yang perlu dihindari adalah melakukan pengereman  mendadak.

Sebab, hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi keausan sebuah ban. Ban yang sering digunakan untuk mengerem secara mendadak, maka permukaannya akan jauh lebih halus dibandingkan yang jarang melakukannya. Maka dari itu, jika tidak diperlukan maka sebisa mungkin hindari perilaku yang satu ini agar usia ban motor jauh lebih lama dan kita bisa menghemat uang untuk keperluan yang lain.

Image credit : altaunited.com

Berita terkait

News
Tips & Tricks 15.06.26

Pentingnya Manajemen Waktu Saat Berkendara..

Manajemen waktu memiliki peran penting dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Tidak sedikit perilaku berkendara dengan kecepatan berlebih terjadi bukan karena kebutuhan...

News
Modifikasi & Set Up 15.06.26

Baca Dulu Sebelum Pasang Foglamp..

Bagi Anda yang gemar trabasan atau touring jarak jauh, salah satu asesoris tambahan yang diperlukan agar aktivitas berjalan lancar adalah...

News
Modifikasi & Set Up 15.06.26

Fungsi Vital Lampu Plat Nomor

Motor trail dual sport diwajibkan untuk memiliki beragam persyaratan agar bisa digunakan untuk kegiatan harian.  Salah satu perangkat yang harus...