TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME TRIAL GAME

0

Loading ...

Empat Faktor Utama Penyebab Motor Trail Turun Mesin

Teknis Kendaraan 26.01.2026

Sudah tau istilah turun mesin dong ? Kondisi ini menandakan kerusakan serius di bagian internal mesin yang tidak bisa ditangani dengan servis ringan. Ketika motor sudah harus turun pada bagian mesinnya, artinya komponen utama seperti piston, ring piston, silinder, hingga crankshaft perlu diperiksa menyeluruh. Bahkan bisa diganti bila sudah aus atau rusak.

Sebelum motor benar-benar perlu perbaikan mesin, biasanya muncul gejala seperti asap putih pekat, suara mesin kasar, tenaga menurun drastis, oli cepat habis tanpa bocor, overheating berulang, hingga motor susah hidup.

Selain memakan waktu, biaya perbaikannya juga tidak kecil. Banyak pemilik kendaraan harus menyiapkan dana hingga jutaan rupiah untuk mengembalikan performa mesin seperti semula. Nah ada empat faktor utama nih yang biasa membuat motor Anda memerlukan turun mesin.

Yang pertama adalah sering telat ganti oli mesin. Oli berfungsi sebagai pelumas, pendingin, sekaligus “pembersih” partikel kotoran dan serpihan logam dari gesekan komponen mesin. Masalahnya, kualitas oli akan menurun seiring waktu karena terpapar panas dan tercampur residu pembakaran. Jika terlambat diganti, oli menjadi lebih kental dan kemampuan melumasi menurun. Akibatnya komponen seperti piston dan bearing bekerja dengan gesekan tinggi untuk menyesuaikan keadaan oli tersebut.

Dalam kondisi ekstrem, gesekan logam bisa menyebabkan piston macet, ring piston patah, dan dinding silinder baret. Inilah salah satu jalur paling cepat yang membuat motor berujung turun mesin. Gunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan. Jangan tergiur harga murah, padahal tidak sesuai spesifikasi. Periksa level oli secara rutin, terutama jika motor digunakan setiap hari. Jika sering macet/stop-and-go, interval ganti oli sebaiknya lebih cepat.

Yang kedua adalah jarang melakukan servis berkala. Turun mesin sering terjadi bukan karena satu masalah besar, melainkan akumulasi dari masalah kecil yang dibiarkan. Servis rutin bukan hanya ganti oli, tapi juga mencakup pengecekan filter udara, busi, sistem injeksi/karburator, celah klep.

Misalnya, filter udara yang kotor membuat campuran udara-bahan bakar tidak ideal, pembakaran jadi tidak sempurna, dan terbentuk endapan kerak.  Lama-kelamaan, mesin bekerja lebih berat, panas meningkat, komponen cepat aus, dan risiko turun mesin ikut naik.

Untuk mencegahnya, Anda bisa mengikuti jadwal servis berkala (misalnya tiap 2.000–4.000 km atau sesuai buku servis). Kemudian, jangan menunggu sampai muncul gejala parah baru motor dibawa ke bengkel.

Yang ketiga adalah sering menerjang genangan. Kebiasaan menerobos banjir adalah salah satu penyebab serius motor turun mesin, terutama bila air sampai masuk ke ruang bakar. Ketika air terhisap melalui intake dan masuk ke silinder, piston bisa “terhenti paksa” karena air tidak bisa dikompresi.

Kondisi ini dikenal sebagai water hammer/hydrolock dan dapat merusak komponen internal mesin secara fatal. Selain itu, air juga bisa masuk ke sistem pelumasan. Oli yang tercampur air kehilangan daya lumas, mempercepat karat, dan memperparah keausan.

Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dapat muncul beberapa hari atau minggu setelah kejadian. Seperti tenaga mesin jadi loyo, suara kasar, atau mesin macet. Untuk melakukan pencegahan, Anda sebaiknya menghindari banjir jika memungkinkan. Apabila terpaksa melintas dan motor tiba-tiba mati, jangan dipaksa untuk starter ulang. Sebaiknya segera bawa ke bengkel untuk pemeriksaan oli dan ruang bakar. Sehingga motor Anda langsung tertangani dengan tepat.

Yang terakhir ini khusush untuk motor trail yang menggunakan radiator nih. Agak bahaya lho kalo cairan coolant atau air radiator tidak pernah diganti. Untuk motor dengan pendingin cair, coolant menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika cairan pendingin jarang diganti, sistem dapat mengalami endapan, karat, dan sirkulasi tidak optimal. Akibatnya mesin lebih cepat overheat, dan overheating berulang dapat merusak ring piston, piston, hingga klep.

Maka dari itu, sebaiknya lakukan penggantian coolant secara berkala, misalnya setiap ±12.000 km atau mengikuti ketentuan motor. Selain itu, gunakan coolant yang direkomendasikan pabrikan.Anda juga sebaiknya memeriksa reservoir radiator secara berkala. Jangan menunggu suhu mesin sering naik baru ganti coolant.

Berita terkait

News
News Event 26.01.26

Pabrikan Asal Italia Luncurkan Tim..

Ada berita menarik dari dunia garuk tanah tanah air, pabrikan asal Italia Ducati resmi meluncurkan Ducati MX Team Indonesia, tim...

News
Teknis Kendaraan 26.01.26

Motor ini Konsisten untuk Ekstrem..

Husqvarna menghadirkan dirtbike untuk enduro terbaru, TE 300 2026. Meski bermesin 2 tak, namun sudah mengadopsi induksi BBM injeksi. Husqvarna...

News
Teknis Kendaraan 26.01.26

Kenali Mesin Motor Trail 4..

Saat ini hampir sebagian besar motor trail baru, menggunakan mesin 4 Tak. Padahal konon, perfoma mesin 2 Tak masih lebih...