Yang biasa menggunakan motor trail harian dan menempuh jarak jauh dalam waktu yang lama, pernah gak ngalamin tangan kesemutan atau kebas saat berkendara? Hal ini lazim nih ditemukan pada pengguna motor trail di kota besar yang biasa berjibaku dengan kemacetan serta jarak tempuh yang cukup lumayan.
Tangan yang sering kesemutan saat naik motor merupakan keluhan umum yang dialami banyak pengendara, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh atau berkendara dalam waktu lama. Sensasi ini, yang dikenal sebagai parestesia, dapat berkisar dari rasa geli ringan hingga mati rasa yang mengganggu, bahkan disertai nyeri.
Kondisi ini seringkali disebabkan oleh tekanan pada saraf di pergelangan tangan, getaran mesin motor, atau posisi tangan dan tubuh yang tidak ergonomis selama berkendara. Memahami penyebab di balik keluhan ini penting untuk dapat mengatasinya secara efektif dan mencegahnya kambuh kembali.
Tangan kesemutan, atau parestesia, adalah sensasi tidak normal pada kulit yang biasanya digambarkan sebagai mati rasa, geli, atau sensasi seperti ditusuk jarum. Kondisi ini terjadi ketika saraf mengalami tekanan, iritasi, atau kerusakan ringan. Saat seseorang mengendarai motor, tekanan dan getaran yang terus-menerus pada tangan dapat memicu respons saraf ini, menyebabkan munculnya sensasi kesemutan. Meskipun seringkali bersifat sementara, kesemutan yang berulang atau menetap bisa menjadi indikasi masalah yang lebih serius.
Untuk mengatasi dan mencegah tangan kesemutan saat naik motor, ada beberapa tips nih yang bisa Anda lakukan. Yang pertama adalah menggunakan sarung tangan berbantalan. Gak ada salahnya untuk sedikit merogoh kocek untuk membeli sarung tangan khusus yang memiliki bantalan gel atau busa tebal. Bantalan ini berfungsi untuk meredam getaran dari setang motor serta mengurangi tekanan langsung pada telapak tangan dan saraf di pergelangan tangan.
Kemudaian jangan lupa untuk istirahat berkala jika And berkendara jarak jauh. Usahakan untuk berhenti setiap 1-2 jam. Manfaatkan waktu istirahat ini untuk menggerakkan tangan, jari, dan pergelangan tangan. Peregangan ringan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.
Pastikan juga posisi tubuh saat berkendara dalam keadaan rileks. Pundak tidak boleh terangkat atau tegang, dan siku sedikit menekuk, tidak terlalu lurus. Paling penting, jaga posisi pergelangan tangan agar tetap lurus dan sejajar dengan lengan, hindari menunduk atau menekuk ke atas terlalu ekstrem.
Oh iya jangan lupa lakukan pemanasan dan peregangan ya. Sebelum dan sesudah berkendara, luangkan waktu untuk melakukan peregangan pada jari dan pergelangan tangan. Gerakan sederhana seperti mengepal dan membuka telapak tangan, memutar pergelangan tangan, atau menarik jari ke belakang dapat membantu menjaga kelenturan dan aliran darah.
Dan yang terakhir adalah hindari menggenggam setang terlalu erat. Genggaman yang terlalu kuat akan menambah tekanan pada saraf dan otot tangan. Coba kendurkan genggaman sedikit namun tetap pastikan kontrol motor terjaga dengan baik.
Tangan yang sering kesemutan saat naik motor adalah masalah umum yang dapat diatasi dengan perubahan kebiasaan berkendara dan penggunaan perlengkapan yang tepat. Pencegahan melalui postur yang benar, penggunaan sarung tangan berbantalan, dan istirahat berkala adalah kunci. Namun, jika keluhan menetap atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis.
Image credit : bajaoasis.com