Rally Dakar 2026, telah menyelesaikan perheletannya. Salah satu akhir paling dramatis dalam sejarah Rally Dakar terjadi pada kelas motor tahun ini. Pertandingan belum berakhir sampai garis finish. Ini menjadi pelajaran mahal bagi pebalap Ricky Brabec yang sebelumnya tampak begitu menjanjikan menjelang etape final Dakar 2026.
Sebuah etape khusus sepanjang 108 km di sekitar Yanbu, Arab Saudi menjadi satu-satunya hal yang memisahkan Brabec dari gelar juara Dakar ketiganya. Dengan keunggulan lebih dari tiga menit, kemenangan Brabec (Monster Energy Honda HRC) atas Luciano Benavides tampak seperti formalitas belaka, sudah di depan mata.
Namun, semua berubah ketika Brabec melakukan kesalahan navigasi kritis hanya tujuh kilometer dari garis finis dan kehilangan keunggulannya. Hasilnya, Luciano Benavides dari Red Bull KTM Factory Racing memenangkan Dakar 2026 dengan selisih dua detik setelah lebih dari 49 jam balapan kompetitif sejauh 8000km.
Ini adalah finis paling dramatis, paling tipis perbedaan waktunya dalam semua kelas sepanjang sejarah Rally Dakar. Luciano kini bergabung dengan saudaranya Kevin sebagai pemenang Dakar; Benavides yang lebih tua telah meraih kesuksesan Dakar pada 2021 dan 2023.
Kesalahan tersebut membuat Brabec terjun bebas ke posisi ke-10 di etape tersebut di belakang pemenang Edgar Canet, dengan Benavides finis di posisi kedua. Tosha Schareina finis di posisi ketiga di etape tersebut.
Hasil ini menempatkan Luciano Benavides sebagai raja baru Dakar di depan Brabec dan Schareina, dengan Skyler Howes finis keempat di depan Daniel Sanders yang luar biasa tangguh, yang menyelesaikan tiga etape terakhir dengan tulang selangka patah dan tulang dada retak.
Benavides pada konfrensi persnya mengatakan bahwa dia tidak pernah berhenti bermimpi. “Saya bangun hari ini penuh energi dan motivasi, hanya memikirkan apa yang bisa saya lakukan dan percaya pada diri sendiri, dan itulah kunci untuk Dakar ini," ujar Benevides yang dikutip oto.com.
"Saya melakukannya untuk diri sendiri, dan perasaan ini luar biasa. Menang dengan selisih dua detik saja tidak terbayangkan. Saya bahkan melewatkan dua tikungan terakhir dan hampir jatuh, jadi itu benar-benar di batas, tapi itu terbayar."
"Saya jujur tidak bisa menggambarkan momen ini. Ini adalah Dakar kesembilan saya, dan ini menunjukkan bahwa jika Anda tidak pernah berhenti bermimpi, tidak pernah berhenti percaya, dan terus berjuang untuk tujuan Anda, segalanya mungkin," terang Benavides. Selamat Bung !!!
Image credit : mxvice.com